Ombudsman Pertanyakan Urgensi Kebijakan Gubernur NTT soal Siswa SMA Masuk Jam 5 Pagi

Siswa SMA Negeri 6 Kupang laksanakan apel pagi pukul 5 Wita, Senin (27/2/2023). FOTO: Tangkapan layar youtube SMAN 6 Kupang
Siswa SMA Negeri 6 Kupang laksanakan apel pagi pukul 5 Wita, Senin (27/2/2023). FOTO: Tangkapan layar youtube SMAN 6 Kupang

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Kepala Perwakilan Ombudsman Nusa Tenggara Timur (NTT) Darius Beda Daton mempertanyakan urgensi dari kebijakan Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat yang mewajibkan siswa-siswi SMA/SMK Negeri masuk sekolah jam 5 pagi.

“Apa kira-kira urgensinya masuk sekolah jam 05.00 pagi,” ujar Darius, kepada wartawan di Kupang, Senin (27/2/2023).

Darius berharap, kebijakan ini ditinjau kembali agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. “Hemat saya, konsep ini perlu dimatangkan dinas dan disosialisasikan,” kata dia.

Selain itu, Darius meminta Guberbur NTT memikirkan kembali kebijakan tersebut. Sebab, ketika video Gubernur yang meminta siswa SMA masuk jam 5 pagi ramai beredar, banyak guru dan orangtua siswa mengadu ke Ombudsman.

“Sejak siang hingga malam, sejumlah keluhan saya terima dari berbagai pihak.  Terkait kebijakan ini, ada beberapa saran yang ingin kami sampaikan,” ujar Darius.

Darius meminta, kebijakan itu didiskusikan terlebih dahulu dengan komite dan orangtua siswa sebelum dilaksanakan sekolah.

Kemudian, perlu juga dipikirkan apakah pada pukul 4.30 Wita, angkutan kota juga sudah beroperasi. Termasuk juga keamanan anak-anak sekolah pada jam tersebut.

Sebelumnya, beredar sebuah video yang memperlihatkan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, meminta pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kota Kupang, memulai jam pelajaran pada pukul 05.00 Wita.

Dalam tayangan video berdurasi 1 menit 43 detik tersebut tampak Viktor didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi sedang bertemu dengan Kepala Sekolah SMA/SMK Negeri se Kota Kupang.

Dalam video tersebut, Gubernur Viktor meminta para siswa agar membiasakan diri bangun pukul 04.00 Wita.

Viktor mengatakan, para murid SMA tidur pukul 22.00 Wita dan bisa bangun pagi pukul 04.00 Wita. Selanjutnya mandi selama setengah jam dan berangkat ke sekolah untuk memulai pelajaran pukul 05.00 Wita.

“Ini khusus SMA kalau SMP tidak,” kata Viktor.

Hal ini, menurut Viktor dalam video tersebut, untuk membangun etos kerja dan agar tidak ada tambahan rombongan belajar.  

“Perubahan itu memang sakit. Tapi harus dimulai, sehingga tidak ada yang persoalkan rombongan belajar terbatas,” kata Viktor lagi.

Viktor pun bertanya ke kepala sekolah untuk mengubah jam pelajaran dimulai pukul 05.00 Wita dan disetujui para kepala sekolah.

“Di kota kita ubah, sekolah mulai jam 05.00 pagi, setuju tidak kepala sekolah,” tanya gubernur yang dijawab setuju oleh para kepala sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi yang dihubungi Kompas.com, Senin (27/2/2023)  membenarkan video itu.

“Sudah diterapkan mulai hari ini (Senin, 27/2/2023) dan SMA Negeri 6 sudah lakukan pagi tadi dan berjalan baik tanpa hambatan,” ujar Linus.

Menurut Linus, sekolah yang lain masih dalam tahap sosialisasi kepada para wali murid. Menurutnya, sosialisasi bukan berarti menunda, tapi tetap melaksanakan sembari proses kajiannya terus berjalan.

Dia menyebutkan, kebijakan ini melatih para murid untuk lebih disiplin lagi. Linus berharap, hal itu bisa diterima oleh para orangtua murid dan juga masyarakat.  “Ini untuk melatih kedisiplinan anak-anak NTT,” katanya. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan