NTT Kirim 30 Ribu Ton Garam ke Pulau Jawa

SPIR ITNTT.COM/HO-HUMAS Pemprov NTT PANEN GARAM - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sedang melakukan panen garam di lahan tiga perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Senin (14/8/2023).
SPIR ITNTT.COM/HO-HUMAS Pemprov NTT PANEN GARAM - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sedang melakukan panen garam di lahan tiga perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Senin (14/8/2023).

SPIRITNTT.COM, KUPANG – PT. Timor Livestock Lestari yang memproduksi garam di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang rencananya tahun 2023 ini akan mengirimkan 30.000 ton garam ke Pulau Jawa.

“Dalam waktu dekat kita harapkan dapat mengirimkan 30.000 ton ke Pulau Jawa untuk pengolahan industri,” kata Direktur PT Timor Livestock Lestari Dwi Ken Hendrawanto kepada media di lahan garam Nunkurus, Senin (14/8/2023).

Menurut Dwi, lahan yang dimiliki PT Timor Livestock seluas 600 Ha yang sudah dikelola selama empat tahun ini.

” Ada beberapa kendala yaitu terjadinya fenomena alam La Nina dan juga bencana Seroja pada tahun 2021 lalu. Kita saat ini sudah hasilkan 5.000 ton garam,” tambahnya.

Ditanya tentang tenaga kerja, Dwi Ken menjelaskan, pihaknya mempekerjakan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja dan beberapa tenaga ahli.

“Kita harapkan dari sini juga bisa menyumbangkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan adanya produksi garam di NTT yang juga didukung oleh pemerintah,” tutupnya.

SPIR ITNTT.COM/HO-HUMAS Pemprov NTT
Tumpukan garam yang telah dipanen
SPIR ITNTT.COM/HO-HUMAS Pemprov NTT Tumpukan garam yang telah dipanen

Panen garam kali ini dilakukan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Panen garam ini dilaksanakan pada 3 titik lokasi lahan tambak garam milik tiga perusahaan masing-masing PT Timor Livestock Lestari di Desa Nunkurus, PT Tjakrawala Timur Sentosa di Kelurahan Babau, dan PT Garam Terang Indonesia di Desa Merdeka.

Pada kesempatan itu, Gubernur Viktor menjelaskan, panen garam ini sebagai persiapan yang sangat baik untuk menuju pemenuhan kebutuhan pangan khususnya kebutuhan garam, baik dari 3 perusahaan di Kabupaten Kupang dan PT. Cheetham Garam Indonesia di Kabupaten Nagekeo.

“Ini merupakan hasil baik atas kolaborasi dan bekerja sama  pemerintah, pihak swasta dan masyarakat untuk pemanfaatan potensi lahan kita dalam hal memproduksi garam konsumsi maupun garam industri,” kata Gubernur Viktor.

Menurut Viktor yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur NTT pada 5 Septermber 2023 nanti, kebutuhan garam secara nasional sangat tinggi. Maka diharapkan terus dikembangkan produksi garam dengan standar dan kualitas yang baik sehingga mampu memenuhi kebutuhan nasional.

“Garam ini sangat dibutuhkan banyak pihak mulai dari konsumsi rumah tangga hingga industri. Kita punya lahan dan itu jadi potensi besar maka harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat kita dan untuk peningkatan ekonomi,” ungkap Viktor.

SPIR ITNTT.COM/HO-HUMAS Pemprov NTT
Tumpukan garam yang telah dipanen
SPIR ITNTT.COM/HO-HUMAS Pemprov NTT Tumpukan garam yang telah dipanen

Kadar NaCl 96 Persen

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengapresiasi produksi garam oleh PT Timor Livestock di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang.

“Kita juga berikan apresiasi kepada 3 perusahaan ini khususnya PT Timor Livestock yang hingga tahapan ini proses produksinya sudah dapat mencapai standar yang sangat baik. Produksinya juga baik dan terus berlanjut serta di sini kadar  NaCl-nya sudah 96 persen.  Kita harapkan dapat mencapai 97 persen sebagai garam industri,” kata Gubernur Viktor.

Juga kepada dua perusahaan lain yakni PT Tjakrawala Timur Sentosa dan PT Garam Terang Indonesia yang terus melakukan peningkatan dan pengembangan produksi garam dengan standar yang baik.

Gubernur Viktor berharap agar pengembangan dan produksi garam dari Provinsi NTT terus ditingkatkan sehingga pada tahun 2030 menjadi produksi garam yang kuat dan berkualitas.

“Untuk menghasilkan kualitas garam yang tinggi dibutuhkan kecerdasan dan pemahaman yang baik mulai dari tahapan awal hingga produksinya serta kemampuan mengatasi kendala-kendala yang ada,” jelas politisi Partai NasDem ini. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan