Bisnis  

Menteri Keuangan Sri Mulyani Umumkan THR dan Gaji ke-13 ASN Cair Tanggal 4 April 2023

Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO: Istimewa
Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO: Istimewa

SPIRITNTT.COM, JAKARTA –Setiap menjelang hari raya, para pekerja baik swasta maupun aparat sipil Negara (ASN), TNI/Polri berharap agar mencairan tunjangan hari raya (THR) segera dilakukan.

Untuk menjawab harapan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan bahwa pencairan THR 2023 bagi ASN dan pensiunan pada sepuluh hari sebelum Idul Fitri atau H-10 Idul Fitri atau sekitar 4 April 2023.

Pencairan THR 2023 bagi ASN dan pensiunan akan diberikan kepada seluruh aparatur negara dan pensiunan yang terdiri dari ASN pemerintah pusat, prajurit TNI dan Polri, dan pejabat negara dengan jumlah sekitar 1,8 juta orang.

Lalu ASN daerah sekitar 3,7 juta orang, termasuk di dalamnya guru ASN daerah yang menerima tunjangan profesi guru sebanyak 1,1 juta guru dan guru ASN daerah yang menerima tunjangan tambahan penghasilan (tamsil).

Disebutkan Sri Mulyani, THR terdiri atas pembayaran gaji pokok atau pensiunan pokok ditambah tunjangan yang melekat pada gaji atau pensiunan pokok.

“Adapun tunjangan yang dimaksud terdiri dari tunjangan keluarga, tunjangan pangan serta tunjangan jabatan struktural, fungsional atau tunjangan umum lainnya,” jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers THR dan Gaji ke-13 di Jakarta, Rabu (29/3/2023).

Selain itu, lanjut Sri Mulyani, THR 2023 itu juga ditambah dengan 50 persen tunjangan kinerja per bulan bagi yang mendapatkan tunjangan kinerja.

“Dan seperti tahun 2022, maka THR tahun ini juga ditambahkan komponen 50 persen tunjangan kinerja per bulan bagi yang memang mendapatkan tunjangan kinerja,” kata Sri Mulyani seperti dikutip tempo.co.

Lebih jauh, Sri Mulyani menjelaskan, bagi instansi pemerintah daerah, paling banyak 50 persen tambahan penghasilan dengan memperhatikan kemampuan dari fiskal daerah dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Sementara bagi guru dan dosen yang tidak mendapatkan tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan, diberikan 50 persen tunjangan profesi guru serta 50 persen tunjangan profesi dosen.

Sri Mulyani berharap pencairan THR dan gaji ke-13 ini bisa terus menjaga momentum pemulihan ekonomi melalui tambahan daya beli masyarakat.

Pencairan THR tersebut, kata dia, juga tetap konsisten dengan afirmasi pemerintah untuk membantu masyarakat terutama kelompok yang tidak mampu.

“Melalui APBN yang memihak kepada kelompok masyarakat yang kurang mampu dalam bentuk bantuan sosial termasuk bantuan pangan,” ujarnya. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan