Kerja Luar Biasa Bank NTT Diganjar Dua Penghargaan dari BI Pusat

Usai menerima penghargaan, Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho pose bersama Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2022). FOTO: ISTIMEWA
Usai menerima penghargaan, Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho pose bersama Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2022). FOTO: ISTIMEWA

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT) atau Bank NTT kembali meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Kedua penghargaan tersebut  diserahkan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Bank NTT dianugerahkan dua award yaitu sebagai kas titipan (Kastip) BI Terbaik di Daerah 3T tertinggal, terdepan, dan terluar). Selan itu, Bank NTT juga menerima penghargaan sebagai Bank Terbaik dalam FMI ( Financial Market Inklusion) untuk Kategori KBMI 1 & KBMI 2.

Kedua penghargaan tersebut  diterima langsung Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho.

“Terima kasih kepada semua jajaran pejabat, karyawan dan karyawati Bank NTT. Pencapain ini hanya karena kemurahan Tuhan bagi kita semua di Bank NTT yang terus bekerja mengabdi dan melayani dalam ketulusan, kejujuran dan kesungguhan secara cerdas dan tak kenal lelah,” kata Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho.

Penghargaan dari BI Pusat sebagai regulator perbankan di Indonesia ini merupakan sebuah pengakuan terhadap kinerja luar biasa Bank NTT.

Selain kepada Bank NTT, Bank Indonesia juga memberikan penghargaan kepada 58 mitra strategis yang berasal dari kalangan perbankan, korporasi, dan perorangan sebagai apresiasi atas dukungannya dalam pelaksanaan tugas Bank Indonesia sepanjang tahun 2022.

Penghargaan ini juga merefleksikan jalinan sinergi antara Bank Indonesia dan para mitra strategis, bersama-sama Pemerintah, OJK, dan LPS dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Forum PTBI merupakan forum strategis yang diselenggarakan rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan, prospek, dan arah bauran kebijakan Bank Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo pada kesempatan itu mengatakan, di tengah gejolak ekonomi global yang belum mereda, ekonomi Indonesia terus menunjukkan ketahanan dan prospek yang baik. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 tetap kuat pada kisaran 4,5-5,3 persen dan akan terus meningkat menjadi 4,7-5,5 persen pada 2024.

Hal ini tambah Perry didukung oleh konsumsi swasta, investasi, dan tetap positifnya kinerja ekspor di tengah pertumbuhan ekonomi global yang melambat. 

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) diprakirakan menurun dan kembali ke dalam sasaran 3,0±1 persen pada 2023 dan 2,5±1 persen pada 2024, dengan inflasi inti akan kembali lebih awal pada paruh pertama 2023.

Disebutkan, koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah Pusat dan Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) berkontribusi kuat pada terkendalinya inflasi.

“Sinergi dan inovasi merupakan kunci dari prospek kinerja ekonomi Indonesia pada 2023 dan 2024 yang akan melanjutkan ketahanan dan kebangkitan ekonomi,” jelas Perry.

Presiden RI, Joko Widodo, dalam kesempatan tersebut berpesan bahwa, ke depan, kondisi global masih tidak pasti dan sulit untuk diprediksi.

“Pada tahun 2023 betul-betul kita harus hati-hati dan waspada tanpa mengurangi optimisme”, tambah Presiden Joko Widodo.

Dalam melakukan perumusan kebijakan, sinergi fiskal dan moneter perlu terus diperkuat agar kebijakan ekonomi nasional yang dihasilkan memberikan manfaat yang besar bagi rakyat dan negara dalam memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional.

Forum PTBI 2022 dihadiri Presiden RI, Joko Widodo, Pimpinan dan Anggota DPR dan DPD RI, Pimpinan Lembaga Negara, para Duta Besar negara sahabat, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Ketua dan Anggota Dewan Komisioner OJK dan LPS, Gubernur Kepala Daerah, pimpinan perbankan dan korporasi, akademisi, media nasional, serta perwakilan sejumlah lembaga internasional.

Masyarakat juga mengikuti rangkaian PTBI melalui siaran langsung pada kanal media sosial Bank Indonesia, serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia dan luar negeri. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan