Kemenhub Restui Harga Tiket Naik, Pesawat Baling-baling Naik 25 Persen dan Jet 15 Persen

Pesawat Wing’s Air. FOTO:Detik.com
Pesawat Wing’s Air. FOTO:Detik.com

SPIRITNTT.COM, JAKARTA– Menteri Perhubungan (Menhub) mengeluarkan keputusan untuk menaikkan harga tiket pesawat . Untuk pesawat proppeller atau baling-baling naik 25 persen dan pesawat jet 15 persen dari tarif batas atas.

Izin kenaikan tariff tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor 142 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) yang disebabkan adanya fluktuasi bahan bakar (fuel surcharge) tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

Dalam keputusan Menhub tersebut, izin kenaikan tiket dengan memberikan ruang kepada maskapai untuk menaikkan biaya tambahan (surcharge) maksimal 15 persen dari tarif batas atas untuk pesawat jet dan 25 persen bagi pesawat jenis proppeller atau baling-baling.

Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono kepada mengatakan kebijakan ini perlu ditetapkan agar maskapai memiliki pedoman dalam menerapkan tarif penumpang.

“Secara tertulis, himbauan ini telah kami sampaikan kepada masing-masing direktur utama maskapai nasional, untuk dapat diterapkan di lapangan,” ujar Nur Isnin dalam keterangan resminya seperti dikutip CNN Indonesia, Minggu (8/8).

Nur Isnin mengatakan pengenaan biaya tambahan bersifat pilihan atau tidak mandatory bagi maskapai. Kemenhub akan mengevaluasi penerapan biaya tambahan sekurang-kurangnya setiap tiga bulan.

Kemenhub juga mengimbau agar seluruh badan usaha angkutan udara atau maskapai yang melayani rute penerbangan berjadwal dalam negeri agar menerapkan tarif penumpang yang lebih terjangkau oleh pengguna jasa penerbangan.

“Mari bersama-sama kita saling berkontribusi dan berkolaborasi dalam pemulihan transportasi udara. Khususnya kepada maskapai, agar patuh terhadap ketentuan tarif yang berlaku dan tetap menjaga kualitas pelayanan yang diberikan sesuai dengan kelompok pelayanan masing-masing,” ujar Nur Isnin.

Ketentuan biaya tambahan pesawat sebelumnya diatur dalam KM 68 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahann (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Besaran biaya tambahan untuk pesawat udara jenis jet maksimal 10 persen dari tarif batas atas. Kemudian untuk pesawat udara jenis propeller maksimal 20 persen dari tarif batas atas.

Kenaikkan tiket pesawat belakangan ini memang sudah menyebabkan banyak pengguna transportasi udara berteriak. Sebab, untuk penerbangan domestic yang menggunakan pesawat propeller sangat terasa kenaikkan. Bahkan ada wilayah tertentu yang naik hingga 400 persen.

Seperti di NTT, penerbangan Kupang-Sumba Timur mengalami kenaikkan 400 persen. Begitu juga penerbangan ke wilayah lain di NTT.

Naiknya harga tiket pesawat juga berpengaruh terhadap turunnya jumlah penumpang. Hal ini menyebabkan operator penerbangan Wing’s Air (Lion Group) menutup penerbangannya ke Ruteng yang selama ini dilayani setiap hari. (timspiritntt.com)

Tinggalkan Balasan