Katarina Tersangkut di Pohon, Ibu dan Anak di Sikka Terseret Banjir

Ilustrasi banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka pada Rabu 15 Februari 2023 lalu. FOTO:TribunFlores
Ilustrasi banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka pada Rabu 15 Februari 2023 lalu. FOTO:TribunFlores

SPIRITNTT.COM, MAUMERE – Menjelang akhir bulan Februari 2023 ini, hujan masih terus mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti yang terjadi di Kabupaten Sikka.

Dampak dari hujan lebat tersebut, beberapa wilayah terjadi bencana alam seperti banjir yang menghanyutkan warga dan  tanah longsor yang menghambat akses transportasi.

Bahkan hujan lebat yang mengguyur sejak pukul 12.00 Wita pada Sabtu (18/2/2023) menyebabkan banjir di sejumlah sungai di Kabupaten Sikka.

Bahkan banjir di Sungai Detuara, Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka menyebabkan dua orang warga hanyut.

Banjir tersebut menyeret  Katarina Nurak dan anak gadisnya, Maria Marsela Naja terseret banjir pada Sabtu (18/2/2023) petang.

Ibu dan anak tersebut terseret banjir yang cukup deras. Namun, Katarina Nurak berhasil selamat dari terjangan banjir tersebut setelah tersangkut di pohon.

Sementara, anaknya Maria Marsela Naja yang berusia 17 tahun hingga berita ini diturunkan masih belum ditemukan.

“Mama dengan anaknya terseret banjir. Yang anak ini terbawa terus, lalu mamanya tersangkut di pohon makanya bisa tertolong,” kata Kepala Desa Nirangkliung Silvester Yosep kepada detikcom, Sabtu (18/2/2023) malam.

Silvester mengatakan, banjir di Sungai Detuara terjadi setelah hujan lebat mengguyur sejak pukul 12.00 Wita. Ketika itu, Katarina dan Marsela nekat menyeberangi sungai saat dalam perjalanan pulang dari kebun.

“Mereka dari kebun, mungkin mereka di tengah kali banjir itu datang akhirnya tersapu dengan mereka,” ujarnya.

Menurut Silvester, warga desa setempat sudah berusaha mencari Marsela selama tiga jam lebih. Pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai sejauh empat kilometer dari tempat awal Marsela terseret. Namun, siswi kelas I SMA itu belum berhasil ditemukan.

Silvester menjelaskan kondisi sungai yang terdapat banyak batu besar. Saat mereka menghentikan pencairan, air sungai belum juga surut.

“Kami baru pulang. Semua masyarakat mencari. Posisi banjir belum turun,” kata Silvester.

Pemerintah desa setempat juga sudah meminta bantuan Tim SAR untuk mencari Marsela. “SAR dalam perjalanan dari Maumere,” pungkas Silvester. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan