Gempa Turki-Suriah Tewaskan 17 Ribu Orang

Korban tewas gempa Turki-Suriah tembus 17 ribu orang. FOTO: REUTERS/DILARA SENKAYA
Korban tewas gempa Turki-Suriah tembus 17 ribu orang. FOTO: REUTERS/DILARA SENKAYA

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Turki diguncang gempa bermagnitudo 7,7 pada Senin (6/2/2023) pukul 04.17 waktu setempat.  Gempa tersebut terasa hingga Suriah, Lebanon, Mesir, Siprus, Israel, dan Irak. Puluhan ribu tewas akibat gempa tersebut.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS) episentrum gempa berada di 17,9 kilometer di bawah permukaan bumi. Gempa terjadi di Provinsi Gaziantep, yang berdekatan dengan perbatasan Suriah.

Para pakar menilai banyak korban berjatuhan lantaran gempa berada di kedalaman yang dangkal, di area padat penduduk, serta terjadi pada malam hari kala orang-orang terlelap.

Hingga Kamis (9/2/2023), jumlah korban tewas akibat gempa Turki-Suriah sudah mencapai 17.176 orang.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melaporkan korban meninggal dunia di negaranya bertambah menjadi 14.014 jiwa.

Sementara korban tewas di Suriah tercatat sebanyak 3.162 jiwa.

Rinciannya, 1.900 di wilayah yang dikuasai pemberontak dan 1.262 di wilayah yang dikendalikan pemerintah, menurut media pemerintah negara itu.

Jumlah korban ini melampaui prediksi Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) yang memperkirakan 10 ribu orang meninggal dunia akibat bencana ini.

Angka ini pun menyamai korban gempa di Izmit pada 17 Agustus 1999 silam. Kala itu, lebih dari 17.000 orang tewas dan 50 ribu lainnya luka-luka.

Banyak warga terutama keluarga korban gempa frustrasi hingga marah karena menilai pihak berwenang lamban melakukan evakuasi dan penyelamatan sehingga korban jiwa terus bertambah.

Soal ini, pihak berwenang memang mengaku kesulitan melakukan proses penyelamatan dan evakuasi lantaran banyak akses terputus dan luasnya daerah terdampak.

Di sisi lain, cuaca dingin ekstrem hingga badai salju turut mempersulit proses penyelamatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, badai salju memang melanda beberapa wilayah di Turki, termasuk area terdampak gempa.

Erdogan ‘Ngamuk’

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ‘ngamuk’ setelah dikritik lamban menanggapi situasi gempa di negaranya.

Erdogan marah karena menurutnya saat ini bukan waktunya mengkritik pemerintah. Dia menegaskan warga mestinya bersatu dan bahu-membahu mengatasi dampak gempa bersama, alih-alih mengurus hal bernuansa politis.

“Ini adalah waktu untuk bersatu, untuk solid. Di waktu seperti ini, saya tidak akan membiarkan orang melakukan kampanye negatif demi kepentingan politik,” kata Erdogan seperti dikutip CNN Indonesia saat berkunjung ke lokasi gempa di Provinsi Hatay, Kamis (9/2).

Erdogan mengatakan situasi gempa pada Senin (6/2/2023) dini hari itu merupakan situasi yang tak mungkin telah diprediksi dan dipersiapkan sebelumnya.

Dia pun menegaskan pemerintah bakal mempercepat pembersihan puing-puing dan pembangunan rumah bagi warga yang terdampak.

Seperti diketahui  gempa mematikan di Turki ini bukan kali pertama terjadi. Pada 1939, gempa berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Erzincan timur dan menewaskan lebih dari 30 ribu orang.

Kemudian pada Agustus 1999, gempa bermagnitudo 7,6 melanda Izmit. Akibat bencana ini, lebih dari 17 ribu orang tewas.

Turki memang berada di salah satu zona gempa paling aktif di dunia. Oleh sebab itu, negara ini kerap diguncang gempa. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan