Dua Profesor Undana Hasilkan Obat Anti Kanker dan Kanker Kulit

SPIRITNTT.COM/HUMAS PEMPROV NTT GURU BESAR- Dua Guru Besar didampingi Rektor Undana Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam M.Sc dan Prof.Ir.Frederik Benu, PhD usai dikukuhkan di Auditorium Kampus Undana, Kamis (3/8/2023).
SPIRITNTT.COM/HUMAS PEMPROV NTT GURU BESAR- Dua Guru Besar didampingi Rektor Undana Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam M.Sc dan Prof.Ir.Frederik Benu, PhD usai dikukuhkan di Auditorium Kampus Undana, Kamis (3/8/2023).

SPIRITNTT.COM, KUPANG –Dua orang professor yang dicetak di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang berhasil menemukan bahan pengantar obat anti kanker dan pencegahan terjadinya kanker kulit.

Dua orang professor tersebut masing-masing Prof. Dr. Yantus Aristarkus B. Neolaka, S.Pd., M.Si dan Prof. Dr. I Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si., M.Si. Keduanya sudah dikukuhkan di Auditorium Kampus Undana, Kamis (3/8/2023).

Keduanya merupakan guru besar yang ke-49 dan ke-50  yang sudah dihasilkan Undana sejak berdiri. Keduanya merupakan professor di Fakultan Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Saat itu, Prof. Dr. Yantus Aristarkus B. Neolaka, S.Pd., M.Si membawakan orasi imiahnya berjudul “Melangkah Maju: Inovasi Material Cerdas Berbasis Polimer Tercetak Ion dan Zeolit Alam serta Aplikasinya pada Ekstraksi Fasa Padat dan Bahan Pengantar Obat”.

“Hasil penelitian ini kami angkat dalam jurnal Reactive and Functional Polymers yang dipublikasikan pada tahun 2020. Jurnal ini masuk sebagai top station paper dan bertahan di peringkat 4 dunia saat ini,” kata Prof. Yantus.

Pihaknya, mengembangkan material obat yang berbasis bahan nano material yang meng gunakan material anorganik. Dengan bahan pengantar obat berbasis zeolit alam yang ada di Ende Flores.

“Kami mengekstrasi mordenit dari zeolit. Kami telah melakukan uji yang lain dengan 2 material bahan pengantar obat yang kami buat yaitu CU mordenit dan ZN mordenit itu berpotensi digunakan sebagai bahan pengantar obat anti kanker,” ujarnya.

Menurut Prof. Yantus, hal ini merupakan penelitian yang didanai Kemenristekdikti pada tahun 2021 dan 2022 dan dipublikasikan pada 2 jurnal internasional yaitu jurnal Molecular Liquid dan Result and Chemistry. Jurnal Molecular Liquid tersebut saat ini menduduki peringkat 12 dunia.

Sementara Prof. Dr. I Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si., M.Si memaparkan orasi ilmiah, Tabir surya : “Organik Sintetik dan Bahan Alam sebagai Pencegah kanker Kulit”.

“Ini merupakan riset saya terkait tabir surya dalam kontribusi bagi kanker kulit yang diakibatkan paparan sinar ultraviolet. Isi orasi ini merupakan penelitian yang dilakukan selama 20 tahun terakhir,” kata Prof. Gusti.

Dijelaskan, dengan pemanfaatan tabir surya organik pihaknya mencoba mensintesis senyawa tabir surya dengan senyawa kaliksarena.

“Dengan pemanfaatan Tabir surya organik saya mencoba mensintesis senyawa tabir surya dengan senyawa kaliksarena. Saya membuat senyawa baru yaitu C-Fenil atena kaliks [4] resorsinaril oktasinamat (CFEKROS), C-Metoksifenil kaliks[4] resorsinaril oktasinamat (CMFKROS), dan C-Hidroksinefil kaliks [4] resorsinaril dodekanasinamat (CHFKRDS),” jelasnya.

Disebutkan, hasilnya membuktikan ketiga senyawa tersebut memiliki kemampuan untuk menyerap radiasi sinar ultraviolet. Selanjutnya dibuat lotion tabir surya shine 1 (senyawa 1), shine 2 (senyawa 2) dan shine 3 (senyawa 3) dengan uji invivo.

“Ketiganya sudah dipatenkan dan terbit dalam 3 paten. Saya juga membuat pengembangan tabir surya dengan pemanfaatan 3 bahan alam yaitu tumbuhan faloak, binahong, dan balakacida,” papar Prof. Gusti. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan