Ditawari Gibran Masuk Sekolah Jam 5 Pagi Seperti di NTT, Murid Sekolah di Solo Ramai-ramai Menolak

Gibran Rakabuming Raka.FOTO:Tangkapan layar youtube
Gibran Rakabuming Raka.FOTO:Tangkapan layar youtube

SPIRITNTT.COM, SOLO – Masa kepemimpinan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dalam memimpin Kota Solo sudah dua tahun.

Untuk merefleksikan perjalanan selama dua tahun itu, pasangan ini menggelar acara  terbuka yang dihadiri berbagai kalangan di Tirtonadi Convention Hall, Solo, Selasa (21/3/2023).

Saat itu, ada seorang murid yang bertanya soal sopan santun dan kedisplinan kepada putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

Gibran, dengan bercanda, kemudian bertanya apakah mereka bersedia masuk ke sekolah pukul 05.00 WIB seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Gimana kalau masuk jam 5.00 WIB kaya NTT? Biar disiplin,” jelasnya.  Seketika seisi ruangan menolak usulan tersebut.

Seperti diberitakan SPIRITNTT.COM sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTT mewajibkan murid setingkat SMA untuk masuk pukul 05.00 Wita, sebelum direvisi menjadi pukul 05.30 Wita, dengan dalih meningkatkan disiplin.

Saat ini yang sedang menjalani ujicoba tersebut adalah SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 1 Kupang. Sementara ada juga sekolah negeri lainnya juga ikut menerapkan masuk jam 5.30 Wita.

Kebijakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Lasikodat ini mendapat reaksi dari berbagai kalangan, baik yang mendukung maupun menolak.

Menjawab pertanyaan siswa tadi, Gibran menjelaskan pihaknya sudah memberi perhatian untuk membentuk perilaku sopan santun, terutama sebagai orang Jawa.

Salah satu wujudnya adalah, Pemkot Solo membangun Taman Balekambang sebagai pusat kebudayaan Jawa.

“Taman Balekambang sebagai pusat kebudayaan jawa. Kalau kebudayaan tidak dilupakan otomatis unggah-ungguh tidak akan dilupakan juga,” jelasnya.

Di Taman Balekambang ini, berbagai kegiatan kebudayaan bisa dilakukan. Termasuk, latihan ketoprak sampai gamelan.

“Latihan ketoprak, gamelan. Gamelan juga ada di Lokananta. Lokananta Mei tanggal 20 jadi,” jelasnya seperti dikutip Kompas.com.

Taman Balekambang dan Lokananta menjadi salah satu dari 17 titik prioritas pembangunan selama era Gibran dan Teguh. Selain itu, terdapat juga Solo Technopark sebagai pusat pelatihan teknologi.

“Dari 17 ada yang namanya technopark. Itu untuk mendukung program Pak Menteri Pendidikan Merdeka Belajar. Ada inkubasi UMKM, underwater welding, cybersecurity, gaming,” terangnya.(spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan