SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution meminta NasDem berhenti mencocok-cocokkan setiap figur yang bertemu Anies Baswedan.
Syahrial mengingatkan sikap genit Partai NasDem tersebut akan sangat berdampak pada kepercayaan masyarakat.
“Jangan karena Anies sedang bertemu dengan Luhut Panjaitan, lantas diamplifikasi bahwa Anies-Luhut cocok dipasangkan. Atau karena Anies ketemu Gibran, lantas diorkestrasi bahwa Anies-Gibran bisa jadi alternative,” ujarnya.
Padahal lanjut Syahrial, sesungguhnya pemikiran tersebut sudah lepas dari platform perubahan dan perbaikan yang disepakati.
“Kegenitan politik seperti ini lambat laun bisa menimbulkan distrust di kalangan masyarakat,” tegasnya.
Dia menekankan platform perubahan dan perbaikan hanya bisa dilakukan bersama Demokrat dan PKS, bukan dengan tokoh lainnya.
“Platform sebagai agen perubahan dan perbaikan yang dibawa Anies hanya mungkin jika bersama-sama Demokrat dan PKS. Jika berselancar sendiri apalagi bersekutu dengan status quo, maka misi sebagai agen perubahan dan perbaikan, menjadi tidak sinkron. Bahkan menciptakan keraguan dan kebingungan,” ujarnya seperti dikutip detikcom.
“Jika format dan komunikasi koalisi yang sudah dirancang antara NasDem, Demokrat dan PKS diganggu dengan gimmick politik murahan, dampaknya akan buruk di tingkatan akar rumput,” lanjut dia.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. Dalam cuitannya di Twitter, Kamis (17/11), Andi Arief menyoroti sikap Partai NasDem terkait rencana membentuk ‘Koalisi Perubahan’. Demokrat meminta NasDem disiplin dalam berkomunikasi.
Andi Arief menyoroti pernyataan Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali soal Gibran Rakabuming berpeluang mendampingi Anies.
“PKS dan Demokrat disiplin dalam koalisi. Harusnya NasDem juga demikian. Bukankah sudah diserahkan pada Anies memilih cawapres,” katanya.
Andi Arief meminta NasDem fokus atas pembicaraan ketiga partai. Andi Arief menekankan rencana koalisi ini mengedepankan semangat perubahan.
“Sebaiknya konsentrasi saja pada apa yang sudah dibicarakan di koalisi. Bulatkan saja tekad, bahwa NasDem bergabung bersama PKS dan Demokrat memilih di jalur perubahan. Jangan setiap bertemu figur di luar PKS dan Demokrat, NasDem menawarkan sana-sini,” ujarnya. (spiritntt.com)




