Data Pribadi Johnny Plate hingga Surat Rahasia BIN untuk Presiden Tersebar di Medsos

Johnny G. Plate. FOTO:voi
Johnny G. Plate. FOTO:voi

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Di hari ulang tahun ke-66, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Sabtu (10/9) mendapat musibah.

Di hari bahagiannya, data-data pribadi Johnny G. Plate diakses dan disebar ke media sosial oleh hacker atau peretas Bjorka.

Dikutip melalui akun Twitter @darktracer_int, informasi yang diduga milik politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut menampilkan nama dari Johnny Plate hingga alamat rumahnya.

Dalam cuitan tersebut ditampilkan potongan gambar yang berisi sejumlah data pribadi Johnny Plate lainnya yang terpantau disensor seperti alamat rumah, nomor ponsel, nomor induk kependudukan (NIK), hingga data vaksinasi.

Tempo.co sudah mengkonfirmasi soal ini ke Menkominfo Johnny G Plate, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, serta Humas Kantor Staf Presiden Yudha Setiawan. Namun hingga berita ini diunggah, pesan pendek lewat yang dikirimkan belum dibalas.

Bjorka sebelumnya juga telah membocorkan data SIM Card dari 1,3 juta penduduk Indonesia melalui Forum Breached atau Breached Forums. Adapun, peretas ini juga diduga membocorkan rangkaian surat rahasia untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) termasuk dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Dalam unggahannya di breached.to, Bjorka memuat sembilan data, termasuk surat berjudul ‘surat rahasia kepada Presiden dalam amplop tertutup’ dengan pengirim Badan Intelijen Negara (BIN) dan penerima RI-1.

Bantahan Istana

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menegaskan tidak ada surat dan dokumen untuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang bocor di internet.

Hal ini menanggapi informasi beredar yang menyebutkan surat dan dokumen untuk Presiden Jokowi telah diretas oleh akun beridentitas Bjorka.

“Nanti pihak Sekretariat Negara akan menyampaikan. Tidak ada isi surat-surat yang bocor,” kata Heru saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (10/9).

Heru mengatakan informasi yang menyebutkan surat berlabel rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN), dan surat lainnya untuk Presiden Jokowi bocor di forum peretas (hacker) adalah informasi bohong. Beredarnya informasi bohong itu, merupakan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Perlu saya tegaskan itu sudah melanggar hukum UU ITE. Saya rasa pihak penegak hukum akan memproses secara hukum dan mencari pelakunya,” katanya. (timspiritntt)

Tinggalkan Balasan