Bupati Ngada: Penyerapan Anggaran Rendah Akibat Pengalihan Sistem Pencairan Keuangan

Kupang,, Spiritntt.com – Bupati Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Andreas Paru mengatakan rendahnya penyerapan anggaran belanja APBD II tahun 2021 di daerah itu akibat adanya pengalihan sistem pencarian keuangan daerah menyebabkan realisasi pencairan dana hanya bertenger pada posisi 10 persen hingga Mei 2021.

“Pengalihan sistem pencairan keuangan ini yang menjadi kendala bagi Pemerintah Kabupaten Ngada dalam mempercepat penyerapan anggaran daerah sehingga penyerapan anggaran masioh rendah,” kata Bupati Ngada, Andreas Paru ketika dihubungi di Kupang, Kamis.

Andreas mengatakan hal itu terkait pernyataan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian tentang rendahnya penyerapan anggaran belanja APBD II Kabupaten Ngada yang hanya mencapai 8-10 persen hingga Mei 2021.

Menurut Andreas, penyerapan anggaran APBD II di Kabupaten Ngada, Pulau Flores itu memang mencapai 10 persen, akibat adanya pengalihan sistem pencarian keuangan daerah dari Sistem informasi manajemen daerah (SIMDA) ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Pengalihan sistem ini menyebabkan pencairan anggaran APBD menjadi lambat karena beberapa beberapa menu pada SIPD tidak ada sehingga dialihkan ke SIMDA , karena ada perubahan sistem  ini menyebabkan pencarian keuangan itu menjadi lambat,”tegas Andreas.

Ia mengatakan, dalam meningkatkan penyerapan anggaran 2021  maka Pemerintah Kabupaten Ngada kembali menggunakan sistem SIMDA untuk mempercepat pencairan anggaran sehingga penyerapan anggaran yang tersisa menjadi meningkat.

“Kami targetkan penyerapan anggaran belanja APBD II Kabupaten Ngada meningkat pada Juni 2021 dari 10 persen menjadi 30 persen pada akhir Juni 2021,” kata Andreas.

Andreas mengatakan, pada Juni ini Pemerintah Kabupaten Ngada mulai melakukan pengumuman pelelangan pengerjaan proyek sehingga target capaian penyerapan anggaran APBD II hingga Juni 2021 bisa mencapai 30 persen. (sel)

Tinggalkan Balasan