Berhasil Jadi Wakil Wali Kota Darwin Australia, Biaya Kampanye Amye Un Hanya Rp. 36 Juta

Wakil Wali Kota Darwin Australia dan Juga Penata Kota Darwin, Amye Un. FOTO:Pos Kupang
Wakil Wali Kota Darwin Australia dan Juga Penata Kota Darwin, Amye Un. FOTO:Pos Kupang

SPIRITNTT.COM, KUPANG-Amye Unu, wanita “besi” kelahiran Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur menujukkan taringnya saat “pilkada” di Darwin, Australia Utara beberapa waktu lalu.

Betapa tidak, dia berhasil menggaet dua posisi sekaligus di Darwin yaitu sebagai Wali Kota Darwin sekaligus sebagai Alderman atau dewan Penata Kota Darwin, Northern Territory.

Selain memenangi dua posisi penting di Darwin, Amye Un juga mematahkan mitos bahwa uang banyak sangat berpengaruh memenangi pertarungan dalam sebuah kontestasi politik.

Jika selama ini setiap kali kontestasi politik di Darwin, kandidat bisa mengeluarkan uang hingga jutaan dollar Australia. Saat kontestasi politik di Darwin beberapa waktu lalu diikuti enam orang kandidat.

“Dengan biaya yang kecil, saya orang pertama yang mencatat sejarah itu. Karena, dalam setiap pemilihan politik di Australia, para calon menghabiskan uang hingga jutaan dolar atau miliaran rupiah. Itu modal paling kecil dalam dunia politik di Darwin,” kata Amye seperti dikutip Kompas.com beberapa waktu lalu.

Lalu berapa uang yang dikeluarkan perempuan lulusan salah satu SMK di Kota Kupang ini untuk kontestasi politik di Darwin?

“Dengan dana kampanye paling limit hanya $3.500 AU (setara Rp 36 juta), saya bisa menang di dua posisi dalam satu pemilihan yaitu Wakil Wali Kota dan Penata Kota (Councillor) Darwin,” ujar Amye.

Menurut Amye, dana sebesar 3.500 dolar Australia itu digunakan untuk biaya registrasi sebagai calon wali kota dan penata kota sebesar 500 dolar Australia atau setara Rp 5 juta.

“Jika menang uang pendaftaran itu akan dikembalikan,” tambah Amye yang telah menjadi warga negara Australia sejak 1998 setelah menikahi pria asal Australia.

Sementara 1.200 dolar Australia atau setara Rp 12,3 juta untuk mencetak 10.000 surat suara. Sedangkan 450 dolar Australia atau setara Rp 4,6 juta untuk membuat 25 lembar baliho yang dipasang di jalan-jalan.

Selain itu, 400 dolar Australia atau setara Rp 4 juta dipakai untuk membeli kaos atribut kampanye. Sisanyadipakai untuk membeli bahan bakar minyak buat operasional.

“Tetapi saya bangga, bisa kalahkan empat kandidat lainnya semuanya adalah orang kulit putih,” sambung Amye yang maju melalui jalur independen.

Amye menduga, yang membuatnya terpilih karena disukai warga kalangan menengah ke bawah. Sebab, dia selalu terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat.

Selain itu, bersama sejumlah warga Darwin beberapa kali menggelar unjuk rasa di kantor pemerintah setempat. Amye juga sering membantu masyarakat yang tidak memiliki rumah, dengan memberikan mereka makanan.

Meski telah terpilih, Amye tetap masih menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat setempat.

Amye berharap, ke depan dirinya bisa terpilih menjadi Wali Kota Darwin. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan