SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Isabela Pule (23) seorang asisten rumah tangga (ART) asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT) disekap dan tidak diberi makan oleh majikannya.
Selain itu, Isabela mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dan kerap mendapatkan penganiayaan dari majikannya yang tinggal di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Terungkapnya ART asal NTT yang mendapatkan perlakuan yang menyedihkan ini berawal dari Isabela sedang yang memanjat tembok rumah majikannya, Selasa (13/2/2024).
ART yang terlihat kurus itu meminta makan kepada warga yang lewat di depan kediaman majikannya.
Aksi ART yang memanjat pagar dan meminta makan tersebut kemudian viral, setelah diunggah akun Instagram @ntt.update.
Dalam video tersebut terlihat, Isabela dalam kondisi kurus dengan rambut setengah pelontos. Terlihat Isabela ketakutan.
“Berapa hari tidak makan? Ko kasihan begini, ko dikurung.” kata seorang wanita yang merekam video tersebut.
“Beta (saya) sayang ko tara (kamu tidak) makan? Dari kemari ko (kamu) tidak makan? Kasihan ko kurus begini tinggal tulang,” sambungnya.
Saat ditanya berkali-kali, suara wanita itu tak terdengar jelas.
Ia juga meminta perekam video serta satu warga lainnya yang datang menemuinya agar tidak berbicara terlalu keras.
Ia terlihat takut pembicaraannya dengan tetangganya itu terdengar di kamera pengawas CCTV dan disaksikan sang majikan.
Namun, ia sempat meminta uang kepada perekam video untuk membeli makan.
Namun, warga wanita yang merekam video tersebut tak memberinya, lantaran mengetahui ART itu tak bisa keluar untuk membeli makanan.
Dari pengakuan korban, ia hanya diberi makan mie instan sekali dalam sehari. Selama 6 bulan bekerja, korban juga selalu menerima penganiayaan.
Ketika mengetahui majikannya sedang berlibur, ia memutuskan memanjat tembok untuk meminta pertolongan serta meminta makan.
Setelah dibantu warga, korban kemudian melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian. Laporan tersebut teregister dengan Nomo LP: 182/II/2024/PMJ/RESTRO JAK-BAR, Tanggal 13 Februari 2024.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) AKBP Andri Kurniawan membenarkan adanya peritiwa tersebut. Namun belum bisa memberikan keterangan banyak.
“Betul laporan sudah kita terima, akan kita tindak lanjuti secara profesional dan transparan. Perkembangannya nanti kita sampaikan kembali, saat ini dalam proses penyelidikan,” kata Andri, saat dikonfirmasi, Kamis (15/2/2024).
Saat disinggung kapan terduga pelaku alias majikan korban bakal diperiksa, Andri belum bisa memastikannya.
“Nanti diinfokan kembali. Sementara masih kita dalami,” katanya.
Dari informasi yang beredar, korban ditelepon majikannnya yang bernama Kathrine untuk bekerja di rumahnya, sejak Agustus 2024 atau 6 bulan silam.
Isabela kemudian dijemput seorang penyalur yang bernama Yanti di Bandara Soekarno-Hatta. Setelahnya Isabella langsung dibawa ke rumah majikannya. (spiritntt.com)




