Asap Keluar dari Dalam Tanah, Soleman Curiga Ada Mortir

SPIRITNTT.COM/HO-POS KUPANG PANAS – Putra dari Soleman Natonis, warga Jalan Sukun 1 RT 33 RW 13 Kelurahan Oepura, Kota Kupang sementara merasakan hawa panas dari sumber asap yang keluar dari dalam tanah di samping rumahnya, Selasa (6/2/2024).
SPIRITNTT.COM/HO-POS KUPANG PANAS – Putra dari Soleman Natonis, warga Jalan Sukun 1 RT 33 RW 13 Kelurahan Oepura, Kota Kupang sementara merasakan hawa panas dari sumber asap yang keluar dari dalam tanah di samping rumahnya, Selasa (6/2/2024).

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Soleman Natonis warga Jalan Sukun 1 RT 33 RW 13 Kelurahan Oepura, Kota Kupang terkejut dan takut karena kepulan asap masuk ke dalam rumahnya.

Kepulan asap yang kian banyak  pada Selasa (6/2/2024) itu membangunkan dia dan keluarganya saat masih tidur. Memang ketika itu waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 06.00 Wita.

Soleman lalu mencari sumber  asap yang terus mengepul itu. Dia mencari sumbernya di dapur dan ruangan lain dalam rumahnya. Tetapi ternyata tidak ditemukan sumber asap tersebut.

Oleh karena itu, Soleman membuka pintu dan mencari sumber asap tersebut di luar rumah. Awalnya Soleman curiga sumber asap tersebut berasal dari asap pembakaran sampah yang dilakukan orang lain.

Namun ketika membuka pintu rumah, Soleman sangat terkejut karena menyaksikan sumber dari asap tersebut berasal dari salah sudut rumahnya.

Asap tersebut mengepul dari dalam tanah. Tepatnya di salah satu pot bunga.  Soleman semakin khawatir karena asap tersebut mengepul dekat dengan tembok rumahnya.

Untuk mencari tahu sumber asap tersebut, Soleman mencoba menggali lokasi sumber  asap tersebut. Namun, semakin dalam digali, asap semakin mengepul dari dalam tanah.

“Muncul jam 6 pagi. Kami sadar karena ada asap dan kami  pikir asap ini ada yang bakar. Kami  keluarkan pot bunga ini, asapnya keluar terus. Semakin kami gali, asap tambah banyak,” tutur Soleman.

Rasa takut menyelimuti keluarga Soleman karena galian yang mereka lakukan sudah cukup dalam. Sejauh itu pula sumber asap belum juga ditemukan. Bahkan asapnya semakin lama semakin banyak keluar dari dalam tanah.

Oleh karena itu, Soleman menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kupang dan tiba beberapa saat kemudian.  

Petugas Damkar mencoba menggali tanah di sumber asap tersebut. Namun, asap yang keluar semakinn banyak dan terasa panas.

Takut terjadi sesuatu, petugas Damkar mencoba menyiram lokasi sumber asap tersebut dengan air. Namun ternyata, air yang disiram tersebut mendidih menyerupai mata air panas. Bahkan tanah yang terkena air dalam waktu singkat menjadi kering.

“Dari jam 6 sampai sekitar jam 8 pagi tapi belum diketahui penyebabnya. Kami takut, bingung, ini asap penyebabnya apa. Kami takut jangan-jangan mortir,” ujarnya.

Selain petugas Damkar, hadir juga di lokasi tersebut petugas dari PT. PLN. Mereka juga melakukan pengecekan kondisi dan sumber asap tersebut.

“PLN beri tahu bahwa kemungkinan ada kesalahan di sini, dari listrik,” ungkap Soleman sambil menunjukkan meteran listrik yang tertempel di tembok samping kanan pintu rumahnya.

Menurutnya, kemunculan asap dan air panas yang viral di media sosial ini disebabkan hangusnya kabel grounding yang sudah terpasang sejak tahun 1991 atau 33 tahun lalu.

Namun Manager Komunikasi PT PLN (Persero) UIW NTT Ita Yupukoni yang dihubungi Pos Kupang, Selasa (6/2/2024) membantah kalau asap dan air panas tersebut berasal dari kabel grounding yang terbakar.

“Kejadian ini tidak mungkin berasal dari listrik karena belum pernah terjadi hal serupa selama ini. Satu di antara 1 jutaan pelanggan di NTT. Itu tak bisa dibilang akibat dari grounding,” jelasnya. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan