Angin Kencang Landa NTT, Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Kupang, Pulau Rote Hingga Laut Sawu

Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi gelombang tinggi berpeluang terjadi di wilayah Kupang, Pulau Rote hingga Laut Sawu akibat angin kencang yang bakal terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Ilustrasi (SHUTTERSTOCK/Andrejs Polivanovs)
Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi gelombang tinggi berpeluang terjadi di wilayah Kupang, Pulau Rote hingga Laut Sawu akibat angin kencang yang bakal terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Ilustrasi (SHUTTERSTOCK/Andrejs Polivanovs)

SPIRITNTT.COM, KUPANG-Angin kencang akan melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam tiga hari ke depan yaitu 30 Juni hingga 2 Juli 2022. Untuk para nelayan dan warga khususnya yang akan berlayar di Kupang, Pulau Rote hingga Laut Sawu supaya waspada karena prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adanya potensi gelombang dengan kategori tinggi yaitu 2,50 hingga 4 meter di wilayah tersebut.

Menurut BMKG, gelombang tinggi yang berpeluang terjadi Nusa Tenggara Timur (NTT) di wilayah Kupang, Pulau Rote hingga Laut Sawu itu pengaruh dari pola dan kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara – Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5 – 20 knot.

Bahkan dibeberapa wilayah Indonesia berdasarkan prakiraan BMKG tinggi gelombang laut bisa mencapai 6 meter. Terkait hal itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Indonesia ini termasuk di wilayah NTT seperti Kupang, Pulau Rote dan Laut Sawu.

Untuk wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur – Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 – 30 knot. 

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (01/06/2022), kecepatan angin tertinggi diperkirakan terjadi di perairan Kepulauan Anambas – Kepulauan Natuna, perairan Bengkulu, perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Bali, dan Laut Sumbawa.

Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya peningkatan ketinggian gelombang air laut dalam dua hari ke depan, berkisar antara 1.25 hingga 6.0 meter.

Berikut daftar waspada potensi gelombang tinggi di Indonesia pada 30 Juni-2 Juli 2022. Gelombang tinggi 1.25-2.50 meter

Kategori Sedang

– Selat Malaka bagian utara

– Perairan timur Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai

– Perairan Kepulauan Anambas

– Laut Natuna

– Selat Karimata

– Laut Jawa bagian timur

– Perairan utara Jawa Timur

– Laut Bali

– Laut Sumbawa

– Selat Bali

– Lombok hingga Alas bagian utara

– Perairan utara Bali

– Lombok hingga Sumbawa

– Selat Makassar bagian selatan

– Selat Sape

– Selat Sumba

– Laut Banda

– Perairan selatan Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru

– Laut Arafuru bagian timur

– Perairan utara Halmahera

– Laut Halmahera

– Perairan utara Papua Barat hingga Papua

– Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat Gelombang tinggi 2.50 – 4.0 meter

Kategori Tinggi

– Perairan utara Sabang

– Perairan barat Aceh

– Perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai

– Perairan Bengkulu

– Perairan barat Lampung

– Samudera Hindia Barat Sumatra

– Selat Sunda bagian barat dan selatan

– Perairan selatan Banten hingga Pulau Sumba

– Selat Bali

– Lombok hingga Alas bagian selatan

– Perairan Pulau Sawu

– Kupang hingga Pulau Rotte

– Laut Sawu

– Samudera Hindia Selatan Banten hingga Jawa Barat

– Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur

– Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar

– Laut Arafuru bagian barat dan tengah

– Laut Natuna Utara

– Perairan Kepulauan Natuna

– Perairan Singkawang

Sedangkan, untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4.0 – 6.0 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat.

Dengan kondisi di atas, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi harus selalu waspada.

Selain itu, potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Oleh karena itu, nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi harus mewaspadai beberapa hal berikut:

Pertama, perahu nelayan harus mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter.

Kedua, Kapal Tongkang, waspada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter.

Ketiga,  Kapal Ferry, harus mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter.

Keempat, kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo atau Kapal Pesiar, perhatikan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang laut di atas 4.0 meter. (timspiritntt)

Tinggalkan Balasan