9 Orang Meninggal, 206  Petugas Pemilihan Umum di NTT Sakit

SPIRITNTT.COM/HO-ANTARA SUARA - Seorang pemilih mencelupkan jarinya ke tinta usai pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 24, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Sabtu (24/02/2024).
SPIRITNTT.COM/HO-ANTARA SUARA - Seorang pemilih mencelupkan jarinya ke tinta usai pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 24, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Sabtu (24/02/2024).

SPIRITNTT.COM, KUPANG – Proses pencoblosan pemilihan umum (Pemilu) tanggal 14 Februari 2024  lalu telah selesai. Saat ini sudah memasuki proses rekapitulasi secara berjenjang sementara berjalan.

Bahkan proses rekapitulasi di tingkat kecamatan sudah ada yang selesai dilakukan dan kini bergeser ke KPU kabupaten/kota.

Namun di tengah proses secara berjenjang tersebut, ada peristiwa tragis yang menyertai rekapitulasi tersebut yaitu jatuhnya korban jiwa dan sakit yang dialami petugas pemilu.

Hingga Sabtu 24 Februari 2024, Pukul 18.00 Wita sudah 9 orang anggota petugas penyelenggara pemilu 2024 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  baik itu petugas KPPS, PPS PPK dan Linmas yang dilaporkan meninggal dunia.

Menurut Komisioner KPU NTT, Baharudin Hamzah pada Rabu (28/2/2024) jumlah petugas penyelenggara pemilu di Provinsi NTT yang meninggal sudah bertambah menjadi sembilan orang.

Baharudin menyampaikan hal ini disampaikan berkaitan dengan perkembangan petugas penyelenggara Pemilu 2024 yang meninggal mulai dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga petugas Linmas.

Baharudin kemudian merinci menjelaskan, petugas yang sakit berjumlah 198 orang yang terdiri dari PPK  14 orang, PPS  20 orang, KPPS 152 orang dan anggota Linmas sebanyak 12 orang.

Sementara yang mengalami kecelakaan selama proses pemilihan umum hingga Sabtu pekan lalu berjumlah delapan orang terdiri dari anggota PPK  2 orang, PPS  dan KPPS masing-masing berjumlah 3 orang.

Baharudin menjelaskan yang meninggal dunia berjumlah 9 orang terdiri dari anggota PPK sebanyak 2 orang, PPS 3 orang, anggota KPPS tiga orang dan satu orang anggota Linmas.

“Jadi total petugas pemilu yang sakit, kecelakaan dan meninggal mencapai 215 orang,” ujar Baharudin. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan