Mengapa Gempa Turki Mematikan? Ini Jawabannya

Kondisi Turkiye usai gempa ( source BBC)
Kondisi Turkiye usai gempa ( source BBC)

SPIRITNTT.COM- Turki dan Suriah diguncang gempa bumi berkekuatan M 7,8 pada Senin 6 Februari 2023, yang mengakibatkan kerusakan bangunan skala besar dan ribuan orang tewas.

Menurut US Geological Survey ( USGS ), pusat gempa berada di kedalaman 18 kilometer di wilayah selatan Turki, dekat perbatasan utara Suriah, seperti dikutip dari AP.

Mengapa gempa Turki mematikan?

Dilansir The Washington Post, tingginya jumlah korban tewas disebabkan beberapa faktor, yaitu kuatnya guncangan gempa dan pusat gempa relatif dekat dengan permukaan serta permukiman penduduk.

Pusat gempa Turki berada sekitar 18 km di bawah permukaan. Ini menyebabkan gelombang seismik lebih cepat mengguncang bangunan dan orang-orang di permukaan. Turki berada di wilayah hot spot gempa.

Tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Arab, Anatolia, dan Afrika, bertemu di wilayah ini.

Gempa Turkiye (source BBC)

Seismolog di National Earthquake Information Center Colorado, Yaareb Altaweel mengatakan, ketika saling bersinggungan, lempeng tersebut menghasilkan gesekan dan tekanan yang dilepaskan sebagai gempa bumi.

Gempa pada hari Senin disebut sebagai gempa terbesar yang terjadi di Turki sejak 1939, ketika gempa bermagnitudo 7,8 mengguncang bagian timur laut negara itu.

Pada Maret 1970, gempa berkekuatan M 7,1 melanda Turki barat, menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menghancurkan lebih dari 8.000 bangunan.

Kemudian pada Agustus 1999, gempa dahsyat berkekuatan M 7,4 mengguncang Turki barat laut, menyebabkan lebih dari 17.000 kematian dan membuat lebih dari 250.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Beberapa bulan setelahnya, gempa tersebut diikuti gempa berkekuatan M 7,2 yang menewaskan lebih dari 800 orang.

Gempa besar terakhir terjadi pada 24 Januari 2020, berkekuatan M 6,7 yang melanda wilayah Turki timur. (Tim Spiritntt.com/Kompas.com)

Tinggalkan Balasan