SPIRITNTT.COM, ANKARA – Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 yang menggoyang wilayah Turki dan Suriah pada 6 Februari 2023 lalu telah menelan puluhan ribu korban jiwa. Hingga saat ini tercatat sudah 43.858 orang warga yang ditemukan meninggal dunia.
Total korban tewas itu terdiri atas 38.044 yang sejauh ini dikonfirmasi tewas akibat gempa di Turki dan 5.814 orang lainnya yang tewas akibat gempa.
Selain korban jiwa, tim penyelamat juga berhasil menemukan sejumlah korban selamat. Artinya, para korban selamat tersebut sudah tertimbun sejak 10 hari lalu sejak gempa menggoyang wilayah tersebut.
Hingga hari kesepuluh ini, tim penyelamat yang didatangkan dari berbagai negara di dunia ini telah menemukan tiga orang korban selamat yang terdiri dari anak-anak maupun orang dewasa.
Seperti dilaporkan CNN dan dikutip detikcom, Jumat (17/2/2023), penyelamatan dramatis kembali terjadi di Turki. Tiga orang termasuk dua anak-anak dievakuasi dengan selamat usai 10 hari tertimbun puing bangunan yang ambruk akibat gempa bumi tersebut.
Salah satu korban yang diselamatkan merupakan remaja putri bernama Aleyna Olmez berusia 17 tahun. Olmez dijuluki ‘gadis mukjizat’ setelah dievakuasi dalam keadaan hidup dan reruntuhan bangunan di Turki pada Kamis (16/2/2023) waktu setempat.
Artinya, Olmez bertahan hidup setelah 248 jam tertimbun puing-puing sejak gempa mengguncang. Olmez langsung dilarikan ke Fakultas Kedokteran Universitas Sutcu Imam Kahramanmaras.
Televisi pemerintah Turki, TRT Haber, mengunjungi Olmez di rumah sakit tempatnya dirawat dan berbicara dengannya juga dokter yang merawatnya serta keluarganya.
Saat ditanya kondisinya, Olmez hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Namun dokter Profesor Dilber yang merawatnya menuturkan dirinya terkejut dengan kondisi kesehatan Olmez yang tergolong baik setelah lebih dari sepekan tertimbun reruntuhan bangunan.
“Dia tidak bisa makan apapun dan tidak minum apapun sepanjang waktu (selama tertimbun reruntuhan) tapi dia masih dalam kondisi yang baik,” tutur sang dokter.
Saat dibawa ke rumah sakit, Olmez masih dalam kondisi sadarkan diri bahkan bisa berbicara dengan para dokter.
Para petugas juga berhasil mengevakuasi Neslihan Kilic (30) pada hari yang sama. Kilic diselamatkan setelah 258 jam tertimbun reruntuhan bangunan yang ambruk di Kahramanmaras, tempat tinggalnya.
Saudara ipar Nilic, Gazi Yildirim, menuturkan bahwa suami dan dua anak Kilic — berusia 5 tahun dan 2 tahun — masih tertimbun reruntuhan.
Meskipun menanti sangat lama untuk diselamatkan, Kilic masih mampu berbicara dan memberitahukan namanya kepada para petugas penyelamat saat dia ditarik keluar dari balik puing-puing bangunan.
Yildirim mulai menangis saat menuturkan bahwa keluarganya telah menyiapkan makam untuk Kilic. “Semoga Allah menyelamatkan yang lainnya. Dia memiliki dua anak dan seorang suami yang masih ada di bawah reruntuhan,” ucapnya.
Beberapa jam kemudian, seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun yang diidentifikasi bernama Osman berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan yang ambruk di Provinsi Hatay, Turki.
Osman terlihat dalam kondisi yang baik dan ditemukan dalam posisi duduk di dalam sebuah lubang yang dikelilingi balok dan puing-puing besar. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit setempat untuk menjalani perawatan medis usai diselamatkan.
Osman menuturkan kepada tim penyelamat bahwa masih ada satu orang lainnya yang tertimbun di lokasi yang sama. Polisi lantas mengerahkan anjing pelacak dan meningkatkan operasi pencarian di area tersebut. (spiritntt.com)




