“Masyarakat Kabupaten Kupang tidak perlu membawa uang tunai saat berbelanja ke pasar atau toko-toko karena sudah ada fasilitas digitalisasi Bank NTT untuk bertransaksi,”tegas Maria.
Kupang, SpiritNTT.com – Kepala Bank NTT Cabang Oelemasi, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maria J.D.Samalelo menyebutkan 1.700 pelaku UMKM di daerah itu telah menggunakan Mbangking Bank NTT sebagai sistem pembayaran digital.
“Sistem digitalisasi dalam bertransaksi sangat membantu warga dan pelaku UMKM dan hingga saat ini sudah 1.700 pelaku usaha yang menggunakan sistem digitalisasi Mbanking Bank NTT dalam mengembangkan usahanya,” kata Maria saat ditemui kegiatan kegiatan festival desa binaan Bank NTT Cabang Oelamasi di Pasar Baru Oetete, Desa Mata Air, Sabtu.
Menurut dia, sistem digitalisasi sangat membantu pelaku usaha dalam pengembangan usaha.
Apalagi ditengah pandemi COVID-19 sangat efetif sebagai fasilitas bertransaksi dalam melakukan traksaksi penjualan.
“Masyarakat Kabupaten Kupang tidak perlu membawa uang tunai saat berbelanja ke pasar atau toko-toko karena sudah ada fasilitas QRIS untuk bertransaksi,”tegas Maria.
Menurut dia transaksi digital sudah bisa dilakukan di Camplong, Kecamatan Fatuleu serta Amarasi dan sejumlah kecamatan yang telah ada kantor Kas Bank NTT.

“Kami belum bisa ke daerah pedalaman karena terkendala jaringan telekomunikasi yang masih terbatas,”tegasnya.
Ia mengatakan, festival desa binaan Bank NTT diharapkan menjadi daya dorong pelaku usaha di Kabupaten Kupang untuk kembali bangkit berusaha setelah daerah itu dilanda badai seroja.

Menurut dia sekitar 70 pelaku usaha di pasar Baru Oetete, Desa Mata Air yang menjadi peserta dalam kegiatan digitalisasi QRIS.
“Geliat ekonomi di Desa Mata Air sangat menjanjikan karena berbagai potensi ekonomi ada di daerah ini baik pertanian dan wisata,”tegasnya. (selvi)




