Sumba Tengah tetap gelar pembelajaran tata muka selama pandemi COVID-19

“Sampai saat ini sudah 80 persen guru-guru di Sumba Tengah telah disuntik vaksin COVID-19,” kata Paulus K Limu.

Kupang, Spiritntt.Com – Bupati Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Paulus K Limu mengatakan proses pembelajaran tatap muka di sekolah pada lembaga pendidikan dasar dan menengah tetap berlangsung selama pandemi COVID-19.

“Pembelajaran tatap muka tetap dilakukan selama pandemi COVID-19. Kegiatan pembelajaran secara daring tidak dilakukan karena wilayah itu tidak memiliki fasilitas internet sehingga para siswa tidak dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara daring,” kata Bupati Kabupaten Sumba Tengah, Paulus K Limu, Jumat.

Bupati Paulus K Limu mengatakan hal itu dalam kegiatan temu INOVASI yang digelar secara daring oleh lembaga Inovasi Untuk Anak Indonesia (INOVASI) dengan topik “menciptakan ruang untuk memulihkan pembelajaran siswa SD/MI dari dampak pandemi COVID-19”.

Paulus K Limu menegaskan pemberian vaksinasi bagi guru dan pelajar sedang gencar dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 pada lingkungan lembaga pendidikan.

Ia menjelaskan Kabupaten Sumba Tengah memiliki 65 desa dan sekitar 30 persen belum terjangkau jaringan internet, sehingga pembelajaran daring untuk siswa/siswi SD/SMP tidak dapat dilakukan selama pandemi COVID-19 melanda daerah itu.

“Selama pandemi tidak ada sekolah yang melakukan kegiatan belajar secara daring. Kami belum pernah menutup sekolah selama pandemi COVID-19. Proses pembelajaran tetap dilakukan di sekolah-sekolah karena 30 persen daerah ini belum terjangkau jaringan internet,” kata Bupati Paulus K Limu.

Mantan Kepala Inspektorat Provinsi NTT ini mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah terus mendorong percepatan vaksinasi bagi guru-guru dan pelajar guna mencegah penyebaran COVID-19.

“Sampai saat ini sudah 80 persen guru-guru di Sumba Tengah telah disuntik vaksin COVID-19,” kata Paulus K Limu.

Dia optimis pada akhir Oktober 2021 capaian vaksinasi COVID-19 untuk guru dan pelajar mencapai 90 persen.

Bupati Paulus K Limu menambahkan Kabupaten Sumba Tengah masih memberlakukan PPKM Level III karena memiliki 21 kasus terkonfirmasi positif COVID-1.

“Kami telah menegaskan kepada seluruh sekolah untuk tetap menerapan protokol kesehatan secara kekat dalam lingkungan sekolah guna mencegah penularan COVID-19,” tegas Paulus K Limu.

Paulus K Limu mengapresiasi terhadap lembaga INOVASI yang melakukan pendampingan terhadap kegiatan pendidikan pembelajaran selama pandemi COVID-19.

Sementara itu guru kelas SD Waerame, Kabupaten Sumba Tengah, Yuliana Wula Male mengatakan selama pandemi COVID-19 tidak dilakukan pembelajaran daring karena sebagian besar orang tua di kawasan pedesaan belum memiliki hand phone untuk digunakan anak-anak apabila dilakukan belajar secara daring.

“Para orang tua di daerah pedesaan juga tidak tidak bisa membaca terkendala dalam mendidik anak di rumah serta terkendala jaringan internet,” tegasnya. (sel)

Tinggalkan Balasan