Setelah Kepala Desa, Kini Perangkat Desa Tuntut Kepastian Status ASN atau PPPK

Perangkat desa se-Indonesia demo di depan DPR RI, Rabu (25/1/2023).HO-Detikcom
Perangkat desa se-Indonesia demo di depan DPR RI, Rabu (25/1/2023).HO-Detikcom

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Setelah ratusan kepala desa menuntut perpanjangan masa jabatan dari 6 tahun menjadi 9 tahun, kini perangkat desa dari seluruh Indonesia menggelar demo di Gedung DPR RI.

Para perangkat desa yang mengklaim dari seluruh Indonesia tersebut menuntut kepastian status kepegawaian mereka. Selama ini mereka menilai status kepegawaian mereka tidak jelas.

Sekitar ribuan perangkat desa ini menuntut status kepegawaian mereka menjadi aparat sipil negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Para perangkat desa yang menggelar aksi tersebut tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).

Mereka  berunjuk rasa di depan gedung DPR RI, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

“Kita ingin menanyakan kejelasan status kita sebagai perangkat desa. Sampai saat ini belum ada kejelasan secara tertulis. Kami termasuk ASN, PNS, honorer, karyawan swasta, atau kuli, kita ndak tahu,” ujar Ketua Panitia Silahturahmi Nasional PPDI Cuk Suyadi kepada wartawan, Rabu (25/1/2023).

Pihaknya tambah Suyadi ingin mendapat perlindungan hukum yang jelas terkait status kepegawaian mereka. Selain itu, mereka menuntut penerbitan nomor induk perangkat desa (NIPD).

“Sejauh ini yang ada di unsur kepegawaian itu PNS dan P3K. Nah, kita tidak masuk di keduanya. Tuntutan kita perangkat desa dimasukkan dalam unsur kepegawaian itu,” ujarnya.

Sebanyak 44.225 orang perangkat desa dari 22 provinsi di Indonesia menyuarakan pendapatnya di depan gedung DPR hari ini. Satu mobil komando juga terparkir di depan gerbang DPR.

Berbagai orator perwakilan dari berbagai daerah juga bergantian menyampaikan orasinya. Atribut aksi seperti bendera, spanduk, dan poster terlihat pada seruan aksi hari ini.

Lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, depan gedung MPR/DPR RI, Jakarta Pusat macet. Polisi menutup lalu lintas dari arah Semanggi ke DPR karena massa memenuhi Jalan Gatot Subroto.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (25/1/2023), massa perangkat desa telah memenuhi ruas Jalan Gatot Subroto di depan DPR. Polisi menutup lalu lintas dari arah Semanggi menuju Slipi sejak di bawah jembatan layang Ladokgi.

Sementara itu, di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, sejumlah bus yang mengangkut massa perangkat demo terparkir. Kemacetan terjadi di Jalan Gerbang Pemuda mengekor hingga Jalan Gatot Subroto. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan