Sebut Ada Pengkianat di Koalisi, NasDem Minta SBY Tegur Andi Arief

SPIRITNTT.COM/HO Andi Arief
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief berjalan meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (10/5/2022). Andi Arief diperiksa sebagai saksi kasus korupsi pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022 yang menjerat Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud sebagai tersangka. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Hubungan Koalisi Perubahan yang melibatkan Partai NasDem, Partai Demokrat dan PKS  memanas terkait Calon Wakil Presiden (Cawapres) dari Anies Baswedan.

Silang pendapat di partai Koalisi yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden ini terus terjadi.

Diduga karena hingga saat ini belum juga diumumkan Cawapres dari Anies Baswedan. Padahal deklarasi Anies sebagai Capres sudah dilakukan sekitar setahun yang lalu.

Saling sindir di media sosial hingga kerap terjadi.

Seperti diketahui , Partai Demokrat mengusung Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai  Cawapres. Namun, NasDem sepertinya berbeda pilihan.

Dari sinilah persoalan kerap mencuat polemik di antara kedua partai tersebut.

Seperti yang terjadi pada Selasa (22/8/2023). Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief menyinggung partai pengkhianat dalam koalisi pendukung Anies Baswedan.

Dia tak menyebut siapa partai yang dimaksud. Akan tetapi, Andi menyebut Demokrat akan setia dengan PKS.

“Kami akan terus bersama PKS meski satu partai lain mengkhianati Koalisi,” kata Andi dalam akun @Andiarief.

Cuitan Andi Arief itu memicu ketersinggungan di Partai NasDem. Para petinggi Partai NasDem pun memberi tanggapan serius akan cuitan tersebut.

Ketua DPP Partai NasDem, Effendi Choirie atau yang biasa disapa Gus Coi meminta Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegur Andi Arief.

Gus Choi menyesalkan pernyataan Andi Arief yang menuding ada pengkhianat di internal Koalisi Perubahan pendukung Anies Baswedan.

“Saya setuju pendapat ini [agar SBY dan AHY menegur Andi Arief]. Masuk akal dan waras,” kata Gus Choi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/8/2023).

Dia mengkritik pernyataan Andi soal keberadaan pengkhianat di internal Koalisi Perubahan. Apalagi, tudingan itu dialamatkan kepada NasDem.

Menurut Gus Coi, NasDem tak bakal meninggalkan Anies sebab partainya merupakan partai pertama yang mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai capres.

“Ini pikiran yang kurang waras. Bagaimana NasDem berkhianat kepada Anies dan Koalisi Perubahan. Aneh. NasDemlah yang menjadi inisiator utama,” kata Gus Choi.

Alih-alih dialamatkan kepada NasDem, Gus Choi menilai tudingan itu mestinya lebih tepat dialamatkan ke Demokrat.

Terutama setelah Partai berlambang bintang Mercy itu melakukan safari politik dengan sejumlah partai di luar Koalisi Perubahan.

“Kalau harus berpikiran buruk, justru NasDem yang layak curiga kepada Demokrat ketika dia bersafari ke partai-partai lain yang di luar koalisinya,” kata dia. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan