Presiden Rusia Vladimir Putin Tantang Negara-negara Barat Bertemu di Medan Perang

Presiden Rusia Vladimir Putin menantang negara-negara barat untuk bertemu di medan perang. Putin saat konferensi pers di ruang pameran Manezh, Moskwa tengah, 23 Desember 2021. AFP/NATALIA KOLESNIKOVA
Presiden Rusia Vladimir Putin menantang negara-negara barat untuk bertemu di medan perang. Putin saat konferensi pers di ruang pameran Manezh, Moskwa tengah, 23 Desember 2021. AFP/NATALIA KOLESNIKOVA

SPIRITNTT.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin menebar ancaman hingga menantang negara-negara barat untuk bertemu di medan perang.

Bahkan Presiden Putin dalam pidato, Kamis (7/7/2022) itu meminta negara-negara barat untuk dapat mengalahkan Rusia yang dipimpinnya di medan perang.

Pidato Presiden Vladimir Putin ini dinilai sebagai salah satu pidato terkuatnya sejak dia mengerahkan pasukan ke Ukraina pada 24 Februari.

Presiden Putin juga terang-terangan melawan liberalisme totaliter yang dia katakan berusaha diterapkan negara-negara Barat di seluruh dunia.

“Hari ini kami mendengar bahwa mereka ingin mengalahkan kami di medan perang. Nah, apa yang bisa Anda katakan di sini? Biarkan mereka mencoba,” kata Putin kepada anggota parlemen senior pada hari ke-134 invasi Rusia ke Ukraina, dikutip Kompas.com dari AFP, Kamis (7/7/2022).

Dia menuduh negara-negara Barat secara kolektif melepaskan perang di Ukraina, dan mengatakan bahwa intervensi Rusia di negara pro-Barat itu menandai awal dari pergeseran ke dunia multipolar.

“Proses ini tidak bisa dihentikan,” tambah Presiden Putin.

Presiden Putin juga memperingatkan Kyiv dan para sekutu Baratnya bahwa Rusia bahkan belum memulai kampanye militernya di Ukraina dengan sungguh-sungguh.

“Semua orang harus tahu bahwa kita belum memulai dengan sungguh-sungguh,” ujar Putin.

“Pada saat yang sama kami tidak menolak untuk mengadakan negosiasi damai, tetapi mereka yang menolak harus tahu bahwa akan lebih sulit untuk mencapai kesepakatan dengan kami (pada tahap selanjutnya).”

Putin menambahkan, sebagian besar negara tidak ingin mengikuti model liberalisme totaliter Barat dan yang disebutnya standar ganda munafik.

“Orang-orang di sebagian besar negara tidak menginginkan kehidupan dan masa depan seperti itu,” ucap Putin.

“Mereka hanya lelah berlutut, mempermalukan diri mereka sendiri di depan orang-orang yang menganggap diri mereka luar biasa.”(timspiritntt.com)

Tinggalkan Balasan