SPIRITNTT.COM, JAKARTA– Pasangan Prabowo Subianto – Ganjar Pranowo unggul dengan elektabilitas 60,3 persen dari hasil simulasi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2024 oleh Lembaga Survei Indostrategi. Hasil survey tersebut dicermati secara serius oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyebut partainya terus mencermati survei. Namun, survei bersifat dinamis.
Menurut Hasto, PDIP bakal mencermati berbagai hal mulai dari aspek distribusi, aspek demografi, hingga persepsi rakyat terhadap pemimpin.
“Bagi PDIP kan pemimpin itu lahir sebagai bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan yang kemudian membawa tanggung jawab bagi kemajuan bangsa dan negara,” kata Hasto kepada Tempo, Selasa (8/11).
Hasto menjelaskan, tanggung jawab pemimpin ke depan sangat berat. Adapun dalam demokrasi kultural yang dibangun PDIP, kata dia, keputusan soal pemimpin ini diserahkan kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang telah terbukti tahun 2014. Keputusan Mega tidak bakal meleset.
“Itu kan proses lahir melalui kaderisasi partai. Di PDIP itu yang dikedepankan adalah kepemimpinan kolektif dan tanggung jawab kolektif bagi kemajuan bangsa, bukan kepemimpinan orang per orang,” kata Hasto.
Lembaga Survei Indostrategi menggelar simulasi dua pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, yang hasilnya jika Prabowo Subianto dipasangkan dengan Ganjar Pranowo maka akan memiliki tingkat elektabilitas tinggi. Hanya saja dalam simulasi ini, Indostrategi selalu menempatkan Prabowo sebagai Capres dan hanya melibatkan dua pasang calon.
“Prabowo-Ganjar mendapat angka keterpilihan sebesar 60,3 persen bila bertarung dengan Anies-AHY. Prabowo-Erick memperoleh 54,5 persen bila bertarung dengan Airlangga-Ganjar,” ujar Direktur eksekutif Indostrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam, pada paparan hasil survei, Senin 7 November 2022. (spiritntt.com)




