NasDem Tuding Ahok Pertama Kali Narasi Politik Agama di Pilkada DKI

Basuki Tjahaja Purnama. FOTO:ISTIMEWA
Basuki Tjahaja Purnama. FOTO:ISTIMEWA

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dituding yang pertama kali mencuatkan narasi politik agama saat Pilkada DKI Jakarta digelar tahun 2017 lalu.

“Jadi bukan Anies Baswedan,” ujar Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi dalam diskusi politik yang digelar di Kopi Politik, Jakarta Selatan, Sabtu (7/1).

Pada saat Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu, Partai NasDem adalah satu dari sekian partai politik yang mendukung Ahok berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat.

Sementara Anies Baswedan berpasangan dengan Sandiaga Uno didukung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang, Partai NasDem mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) 2024. NasDem sudah mendeklarasikan Anies Baswedan tanggal 3 Oktober 2022 lalu.

Gus Choi membantah Anies Baswedan yang mengeluarkan narasi politik identitas ketika berlaga di Pilkada DKI Jakarta yang selama ini kerap dituduhkan.

“Mari kita lihat dari awal sampai akhir. Enggak ada narasi misalnya Anies itu narasi keagamaan, kaitannya dengan Jakarta ini sebetulnya maaf ya, ini kan sebetulnya bermula dari Ahok,” ujar Gus Choi.

“Cuma pernyataan yang seperti itu kan menjadi bumerang buat kita semua, awalnya itu kan dari mulutnya Ahok, dari situ kita harus ingat itu,” sambungnya.

Pernyataan Ahok yang dimaksud Gus Choi adalah tentang pidatonya yang mengutip surat Al Maidah di tahun 2016. Kala itu Ahok mengutip surah Al Maidah ayat 51 dinilai menghina Islam.

Gus Choi menuturkan, pihak-pihak yang kerap melakukan stigma Anies membawa politik identitas justru tak pernah menyoroti pernyataan kontroversial Ahok itu. Padahal, Ahok sampai di penjara lantaran pernyataannya tersebut.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis dua tahun penjara kepada Ahok karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51.

“Jangan jadikan ini menjadi pemukul yang tidak pada tempatnya kepada Anies. Karena ini terjadi karena Ahok. Sementara yang masuk penjara ini seolah-olah bebas tidak dibicarakan lagi. Tidak menjadi sasaran lagi. Padahal itu asalnya dari sini,” kata dia.

Gus Choi membantah bila Anies Baswedan dianggap kerap memakai politik identitas. Baginya, Anies menjadi korban framing sehingga kerap kali disudutkan.

“Anies ada yang menyebut bapak identitas segala macam, itu adalah framing yang ujungnya membohongi rakyat bahkan memfitnah menurut saya,” kata dia. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan