SPIRITNTT.COM, JAKARTA– Setelah merajai Moto 3 dan Moto 2, Alex Marquez dalam beberapa tahun ini sudah bertarung di MotoGP dengan dengan menunggang Honda bersama saudaranya Marc Marquez. Namun untuk tahun 2023 mendatang Alex hengkang dari Honda.
Alex Marquez memang telah resmi keluar dari tim LCR Honda karena sejumlah alasan yang disampaikan pihak Honda. Alex akan memperkuat tim satelit Ducati, Gresini Racing pada MotoGP 2023 mendatang.
Dengan adanya kepastian Alex Marquez pindah ke tim satelit Ducati, Gresini Racing maka nanti di MotoGP 2023 mendatang, Alex akan bermitra dengan Fabio Di Giannantonio yang telah memperpanjang kontraknya dengan Gresini, dan akan menggantikan posisi Enea Bastianini.
Kepindahan Alex Marquez ke tim Gresini Racing mendapat respons dan bernada kecaman dari pengamat top MotoGP, Carlo Pernat.
Pernat menuding Honda telah menghancurkan mental Alex Marquez. Walaupun pada sisi yang lain, Penat membenarkan jika performa Alex memang tak semoncer Marc Marquez.

Sejak bergabung bersama Honda, Alex belum mampu menunjukkan statusnya sebagai juara Moto3 dan Moto2 yang meroketkan Namanya.
Tiga tahun bersama Honda, hasil terbaiknya hanya saat di musim perdana. Pada musim pertama dengan Repsol Honda, Alex Marquez dua kali naik podium.
Dia menutup musim di peringkat 14 dengan koleksi 74 poin. Sisanya dia belum pernah masuk tiga besar.
Pernat menilai keputusan Honda untuk memindahkannya dari tim pabrikan ke satelit adalah kesalahan terbesar Honda.
“Seorang pebalap yang telah memenangkan dua gelar dunia, satu di Moto3 dan satu di Moto2, tidak mungkin seburuk itu,” ujar Pernat.
“Mereka membawanya ke tim pabrik dan langsung mengatakan kepadanya bahwa dia akan membalap untuk tim satelit tahun depan,” kata Penat , dilansir dari GPone (8/7/2022).
Sejak beralih dari tim pabrikan ke LCR, Alex Marquez belum dapat meraih podium lagi. Posisinya terus melorot. Alex menyelesaikan musim 2021 di klasemen 16. Posisi ini Kembali merosot ke posisi ke-18 di klasemen sementara MotoGP 2022.
“Itu menghancurkan mentalnya. Mereka seharusnya melakukan yang sebaliknya. Ini salah Honda,” kata Pernat. (timspiritntt.com)




