Ketua Umum PAN Akhirnya Umumkan Duet Ganjar dan Erick

Ganjar Pranowo dann Erick Thohir.Foto: Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah
Ganjar Pranowo dann Erick Thohir.Foto: Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah

SPIRITNTT.COM, JAKARTA– Nama Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah selalu menempati posisi nomor satu di setiap survei calon presiden (Capres) 2024 mendatang.

Namun, hingga saat ini, nama Ganjar masih ditingkat survei saja.  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang merupakan partai yang membesarkan Ganjar hingga kini belum menyebut nama Capres yang diusung.

Beberapa waktu lalu nama Ganjar menjadi satu dari tiga Capres yang dijagokan Partai NasDem. Ketiganya adalah, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa. Namun akhirnya Ketua Umum Partai NasDem memilih Anies Baswedan yang diusung partai tersebut.

Setelah NasDem, nama Ganjar kembali disebut Partai Amanan Nasional (PAN) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Hampir semua DPD PAN tingkat provinsi di Indonesia menjagokan Ganjar Pranowo menjadi Capres 2024.  Rupanya PAN serius mengusung Ganjar.

Kali ini PAN membuka wacana menduetkan Ganjar dan Menteri BUMN Erick Thohir di Pilpres 2024. Wacana duet Ganjar-Erick itu diungkap Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam pidatonya pada Rapat Koordinasi Nasional Pemenangan Pemilu PAN. Zulhas berpantun dan menyinggung dua nama tokokh yang hadir, yakni Ganjar Pranowo dan Erick Thohir.

“Jalan jalan ke Simpang Lima. Jangan lupa membeli lumpia. Kalau Pak Ganjar dan Pak Erick sudah bersama. Insha Allah Indonesia tambah jaya,” ungkap Zulhas di akhir pidatonya, Minggu (26/2/2023).

Acara rakornas yang digelar di Hotel Padma Semarang Jawa Tengah ini resmi dibuka Presiden Jokowi. Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat seperti Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Partai lain dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) pun merespons. PPP menyambut baik hal tersebut. PPP menyambut wacana tersebut dan menganggap sebagai aspirasi. PPP masih menunggu keputusan Mukernas.

“Ya sebagai sebuah aspirasi yang disampaikan oleh PAN sah-sah saja. Barangkali ada kemungkinan kesamaan dengan koalisi yang lainnya,” kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Senin (27/2/2023).

Politikus yang disapa Awiek ini mengatakan Ketum PSSI Erick Thohir memiliki hubungan yang baik dengan PPP. Erick bahkan hadir dalam beberapa acara yang diselenggarakan oleh PPP.

“Khusus nama Pak Erick Thohir, PPP juga dalam beberapa kesempatan menghadirkan Pak Erick Thohir untuk menyapa kader PPP. Ada semacam kedekatan emosional, tapi tentu nanti keputusan resminya nunggu mekanisme internal kami,” kata Awiek seperti dikutip detikcom.

Ia menyebut Ganjar Pranowo juga santer disebut di beberapa DPW PPP untuk usulan capres. Meski demikian, Awiek menegaskan keputusan akhir ada di Mukernas mendatang.

“Ya nama Pak Ganjar juga disebut di internal PPP dari beberapa DPW, ya nanti kita padukan. Tentu selain itu ada tokoh-tokoh lain, tentu kita akan padukan dan kita putuskan melalui mekanisme internal,” tutur Awiek.

“Dalam waktu dekat kami jadwalkan (Mukernas). Banyak DPW yang menyebut dalam Mukerwil mereka (nama Ganjar). Jumlah pastinya, saya tidak ingat,” kata dia.

Berbeda dengan PPP, Partai Golkar tetap usung Ketua Umum Airlangga Hartarto. Namun tetap menghargai usulan partai lain di KIB.

“KIB ini kan ada 3 partai (Golkar, PPP dan PAN). Golkar sudah jelas akan mengusung Airlangga Hartarto sesuai dengan mandat Munas Golkar,” kata Juru Bicara Partai Golkar Tantowi Yahya dikonfirmasi, Senin (27/2/2023).

Tantowi mengatakan 2 anggota KIB yang lain belum merekomendasikan nama capres dan cawapres. Ia pun mempersilakan parpol lainnya untuk mengusung nama.

“Dua anggota koalisi lainnya, PAN dan PPP kan belum mengeluarkan rekomendasi terkait capres cawapres. Jadi silakan saja jika PAN dan PPP datang dengan nama yang menurut mereka sesuai dengan aspirasi internal mereka,” kata Tantowi.

Ia mengatakan Golkar tak dalam posisi untuk mengintervensi. Setelah nama per partai direkomendasikan, barulah capres dan cawapres dibahas bersama-sama dalam KIB.

“Saat ini pembahasan intra KIB lebih fokus pada visi dan misi koalisi, sesuatu yang patut diketahui oleh rakyat. Harus ada diferensiasi jelas antara KIB dengan koalisi-koalisi lainnya,” sambungnya. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan