Hotman Paris Bocorkan Celah Hukum yang Bisa Meringankan Ferdy Sambo

Hotman Paris Hutapae. ISTIMEWA
Hotman Paris Hutapae. ISTIMEWA

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Pengacara kondang tanah air, Hotman Paris Hutapea membocorkan celah hokum yang bias digunakan pengacara untuk meringankan tuntutan hokum bagi Irjen Ferdy Sambo, tersangka pembunuhan berencana Brigadir Joshua.

Menurut analisa Hotman Paris, dirinya mendengar cerita pemicu penembakan tersebut dan tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) seorang saksi.

“Iini soal kasus penembakan. Saya tidak tahu, apakah benar. Katanya istrinya baru pulang dari Magelang, bilang ke suaminya, ngadu. Dia langsung menangis saat mendengar istrinya ngadu begitu. Apakah benar saya nggak tahu,” kata Hotman Paris saat menjadi bintang tamu di FYP, Trans7.

Menurut Hotman Paris, kalau apa yang disampaikan dalam BAP itu benar, maka  dari segi hukum sangat memengaruhi. Sebab, penembakan itu terjadi dalam keadaan emosi, spontan.

“Bisa jadi itu bukan pembunuhan berencana. Bisa dibayangkan, jenderal menangis saat mendengar cerita istrinya mengadu begitu di rumahnya,” jelas Hotman Paris seperti dikutip detik.com.

Hotman Paris beberapa kali mengatakan ia tidak tahu apakah tersebut benar adanya atau tidak. Tetapi jika memang benar, hal ini bisa dipakai oleh pengacara Sambo.

“Jika memang benar ini bisa dipakai sama pengacaranya Sambo bahwa penembakan itu spontan bukan berencana karena dalam keadaan menangis itu di BAP,” sambung Hotman Paris lagi.

Hotman Paris juga mengingatkan jaksa yang menangani kasus ini untuk berhati-hati jika pengacara Sambo memakai alasan ini.

“Jaksa harus berhati-hati jika pengacara Sambo memakai ini,” kata Hotman Paris.

Rumah Ferdy Sambo Dijaga Ketat

Menurut rencana, hari ini Selasa (30/8) akan digelar rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Kompleks Pertambangan, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Menjelang rekonstruksi tersebut, penjagaan di rumah tersebut terlihat semakin diperketat.  Terlihat sejumlah polisi berseragam lengkap berjaga di dekat rumah tersebut.

Sejumlah anggota tim Indonesia Automatic Fingerprint System (Inafis) juga hadir di lokasi rekonstruksi dengan berpakaian putih dan oranye biru.

Terlihat juga dua orang anggota Brimob berseragam lengkap dengan senjata laras panjang berdiri di depan rumah Ferdy Sambo. Menurut laporan tempo.co, juga terlihat sejumlah mobil polisi berada di samping jalan perumahan.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Humas Polri Kombes Nurul Azizah sempat mengecek lokasi rekonstruksi pembunuhan Brigadir J pada pukul 07.30. Nurul lantas meninggalkan tempat itu.

Awak media berada sekitar 50 meter di samping kiri rumah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tersebut. Polisi memasang pembatas berwarna biru untuk mencegah wartawan mendekati lokasi rekonstruksi. Pintu masuk dari arah Jalan Mampang Prapatan XX juga dijaga ketat polisi. (timspiritntt.com)

Tinggalkan Balasan