Gibran Terperanjat Dengar Kabar Anies Baswedan Gandeng Cak Imin

SPIRITNTT.COM/HO-detikjateng Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka
SPIRITNTT.COM/HO-detikjateng Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka

SPIRITNTT.COM, SOLO – Dinamika politik Nasional terus memanas setelah terungkap calon presiden (Capres) Anies Baswedan menggandeng Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi Cawapres.

Betapa tidak, keputusan Anies Baswedan ini terbilang mendadak dan mengejutkan partai koalisi yang selama ini sudah dibangun antara Partai NasDem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Koalisi tiga partai ini sudah berjalan setahun lebih, hanya belum mengumumkan cawapresnya. Tetapi saat ini sudah beredar surat dari Anies Baswedan yang melamar Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Cawapres.

Keputusan Anies yang meninggalkan AHY ini menyebabkan jajaran Partai Demokrat marah. Seluruh baliho Anies-AHY yang sudah dipasang seluruh Indonesia diperintahkan diturunkan.

Majelis Tinggi Partai Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar rapat pada, Jumat (1/9/2023) dan memutuskan mencabut dukungan kepada Anies Baswedan dan keluar dari koalisi perubahan.

Partai Demokrat mengungkap Partai NasDem secara sepihak mengusung duet Anies Baswedan dan Cak Imin. PD menyebut langkah itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap spirit perubahan.

“Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan; pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga Parpol; juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan, yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” kata Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, dalam keterangan tertulis, Kamis (31/8).

Menanggapi hal ini Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ikut bersuasa. Gibran mengaku terperanjat oleh kabar Cak Imin menjadi cawapres Anies Baswedan.

Gibran juga sempat menonton video penurunan baliho bergambar Anies Baswedan dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dari media sosial.

“Kaget? Saya nggak kagetan, hanya terperanjat saja. Tapi saya tadi pagi melihat video penurunan baliho Demokrat gambar ngene (begini, memperagakan logo Demokrat),” kata Gibran di Balai Kota Solo, Jumat (1/9/2023).

“Saya nggak mengikuti perkembangan. Saya follow Mas Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono), jadi feed saya keluarnya Demokrat semua, penurunan baliho gambar itu,” sambungnya seperti dikutip detikcom.

Menurut Gibran, selama ini silaturahmi antar bakal calon presiden dengan ketua umum partai politik masih berjalan baik.

“Tapi komunikasi masih cair, masih saling silaturahmi satu sama lain, malah itu yang paling penting. Karena harta yang paling berharga adalah keluarga,” ujarnya.

Gibran menambahkan, selama ini dirinya hanya menikmati dinamika politik jelang pemilihan presiden 2024.

“Saya bukan pengamat, petinggi partai, hanya menikmati dinamika, yang penting silaturahmi,” pungkasnya. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan