Gara-gara Dukung Kemenangan Maroko, Direktur TV Aljazair Dipecat dan Dua Tentara Ditahan

Para pemain Maroko melakukan selebrasi setelah mengalahkan Portugal di Piala Dunia Qatar 2022 di Stadion Al-Thumama di Doha, Sabtu (10/12/2022). FOTO :AFP/Kirill Kudryavtsev/voa
Para pemain Maroko melakukan selebrasi setelah mengalahkan Portugal di Piala Dunia Qatar 2022 di Stadion Al-Thumama di Doha, Sabtu (10/12/2022). FOTO :AFP/Kirill Kudryavtsev/voa

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Kemenangan Timnas Maroko melawan Portugal masih menjadi buah bibir. Namun hal ini berbeda dengan respon di negara Aljazair .

Seorang Direktur televisi milik Pemerintah Aljazair dipecat dan dua orang tentara ditahan gara-gara menyiarkan dan merayakan kemenangan Maroko tersebut.

Direktur televisi pemerintah Aljazair dipecat usai menyiarkan kemenangan Maroko atas Portugal, skor 1-0, di perempat final Piala Dunia 2022, Sabtu (10/12). Sementara dua orang tentara Aljazair ditahan setelah mengunggah video di TikTok ketika mereka tengah merayakan kemenangan Maroko

Direktur EPTV, Chabane Lounakel, dipecat sehari setelah siaran langsung laga Portugal vs Maroko pada perempat final Piala Dunia 2022 di televisi tersebut.

Siaran langsung tak terjadi sebelumnya selama kedua negara terlibat perseteruan. Pemerintah Aljazair memang melarang setiap media di negara itu untuk memberitakan kemenangan Maroko di Piala Dunia 2022.

Kantor berita Aljazair, APS, melaporkan Nadir Boukabes menggantikan Lounakel sebagai Direktur Utama EPTV yang biasa dikenal sebagai televisi Aljazair.

Pada November, televisi Aljazair yang berbasis di Algerie TV2 juga menyiarkan laga Maroko melawan Belgia di laga grup Piala Dunia 2022. Pasukan Singa Atlas (sebutan untuk Maroko, Red) saat itu menang 2-0 atas Belgia.

Media Le Matin d’Algerie mengkritik pemecatan tersebut.  Apalagi sudah enam kali direktur televisi pemerintah itu diganti. Sebanyak tiga di antaranya bahkan langsung dicopot oleh Presiden Aljazair Madjid Tebboune.

Pemerintah Aljazair memang disebut-sebut berupaya mencegah pengaruh Maroko terhadap para warganya, termasuk di Piala Dunia 2022.

Sikap permusuhan tersebut setelah Aljazair memutuskan hubungan diplomatik dengan Maroko karena beseteru berebut perbatasan di Sahara Barat.

Sahara Barat merupakan wilayah di pantai Atlantik Afrika. Rabat menguasai 80 persen daerah ini, termasuk simpanan fosfat dan perairan penangkap ikan.

Maroko menyatakan Sahara Barat bagian wilayahnya. Mereka juga menawarkan otonomi yang menegaskan akan mempertahankan kedaulatan.

Namun, kedaulatan wilayah itu disengketakan Front Polisario, yang didukung pemerintah Aljazair. Kelompok ini telah berperang melawan pemerintah dari tahun 1975 hingga 1999 untuk menuntut referendum.

Pada Agustus 2021 lalu, kedua negara ini juga ribut usai kebakaran hutan besar melanda utara Aljazair dan menewaskan 90 orang. Rabat menuding kebakaran itu didalangi gerakan kemerdekaan wilayah Barber dan Rabat.

Konflik semakin meruncing setelah Maroko memilih membuka hubungan diplomatik dengan Israel, negara yang dianggap Aljazair sebagai musuh. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan