Gara-gara Cristiano Ronaldo, Arab Saudi Longgarkan Aturan Kumpul Kebo

Penyambutan Cristiano Ronaldo di Arab Saudi beberapa waktu lalu : ISTIMEWA
Penyambutan Cristiano Ronaldo di Arab Saudi beberapa waktu lalu : ISTIMEWA

SPIRITNTT.COM, RIYADH – Demi mengakomodir kebutuhan Christiano Ronaldo yang kini membela klub Al Nassr, Arab Saudi pun melonggarkan aturan kumpul kebo.

Seperti diketahui, selama ini Cristiano Ronaldo hidup bersama pasangannya, Georgina Rodriguez tanpa ikatan pernikahan alias kumpul kebo.

Keduanya hanya tercatat pernah melangsungkan pertunangan. Dari hidup berdua tanpa ikatan resmi tersebut, Georgina dan CR7 dikaruniai 3 orang anak.

Anak pertama Ronaldo dengan Georgina bernama Alana. Setelah itu, Georgina melahirkan lagi bayi kembar.

Namun salah satu dari bayi kembar itu meninggal dunia saat CR7 masih membela Manchester United. Kehilangan salah satu dari anak kembar itu sempat membuat Ronaldo sedih dan terluka.

Namun hidup terus berlanjut. Kini Ronaldo memutuskan untuk melanjutkan karier di liga Arab Saudi dengan membela Al Nassr.

Di sisi lain, Arab Saudi, negara dimana Ronaldo sekarang mencari nafkah, dikenal sebagai negara yang sangat konservatif.

Di Arab, kumpul kebo ala Ronaldo dan Georgina sangat terlarang karena termasuk zina.

Meski melanggar aturan perzinahan, namun kabar yang beredar menyebut Cristiano Ronaldo tak akan dijatuhi sanksi oleh otoritas Arab Saudi di bawah pimpinan Pangeran Mohammed bin Salman.

Dua pengacara asal Arab Saudi, seperti dikutip media AS, menyebut Ronaldo bisa tinggal satu rumah dengan kekasihnya lantaran otoritas kerajaan kini tak lagi ikut campur dalam urusan warga negara asing (WNA), tidak seperti dulu.

“Meskipun kerajaan masih melarang hidup bersama di luar nikah, pihak berwenang mulai menutup mata terhadap hal itu belakangan ini,” kata salah satu pengacara yang tak disebutkan namanya, dikutip dari CNNIndonesia, Minggu (8/1/2023).

“Saat ini, di kalangan warga negara asing, otoritas Saudi tidak ikut campur dalam masalah ini, bahkan jika undang-undang melarang pasangan yang belum menikah untuk hidup bersama,” lanjut pengacara itu.

Pengacara itu juga mengatakan, sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) berkuasa, ada kemajuan kecil terkait hak-hak sipil, khususnya hak-hak perempuan.

Aturan Zina Longgar

Diberitakan Reuters, aturan terbaru visa untuk turis yang diluncurkan Arab Saudi pada September 2019, mengizinkan laki-laki dan perempuan untuk menyewa kamar hotel bersama, tanpa harus menunjukkan bukti bahwa keduanya telah menikah.

Namun aturan itu hanya berlaku bagi warga negara asing. Sementara itu, bagi warga Arab Saudi tetap perlu menunjukkan kartu keluarga atau surat nikah untuk memesan hotel.

“Semua warga negara Saudi diminta menunjukkan kartu identitas keluarga atau surat nikah saat check-in ke hotel. (Namun) ini tidak berlaku bagi turis asing,” demikian pernyataan Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi.

“Semua wanita, termasuk warga Saudi, bisa memesan dan menginap di hotel sendirian, dengan menyerahkan kartu identitas saat check-in,” imbuhnya.

Langkah kerajaan Arab Saudi membebaskan aturan terhadap para turis ini, seiring dengan dibukanya pintu masuk bagi turis asing dari 49 negara kala itu.

Arab Saudi memang mau menyuburkan sektor pariwisata dan mendiversifikasi ekonominya dari ekspor minyak.

Upaya itu pun termasuk dengan membolehkan pengunjung tak mengenakan abaya atau jubah hitam yang menutup seluruh tubuh. Pengunjung boleh berpakaian apa pun asalkan sopan.

Arab Saudi sendiri di zaman dulu sangat ketat dengan siapa pun yang tinggal di negara itu.

Laki-laki dan perempuan yang kedapatan tak memiliki hubungan keluarga, termasuk orang asing, bisa dihukum berat hanya karena berkumpul di depan umum.

Apalagi jika mereka ketahuan tinggal dan hidup bersama tanpa ikatan pernikahan. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan