Gagal Juara, Pendukung Prancis Bentrok dengan Polisi di Paris

Polisi anti huru-hara menghalau massa yang rusuh di Paris usai final Piala Dunia 2022. FOTO : AFP/CHARLY TRIBALLEAU/CNBCINDONESIA.COM
Polisi anti huru-hara menghalau massa yang rusuh di Paris usai final Piala Dunia 2022. FOTO : AFP/CHARLY TRIBALLEAU/CNBCINDONESIA.COM

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Kekalahan Prancis oleh Argentina di final Piala Dunia 2022 memang tragis.  Hal ini yang tidak bisa diterima pendukung Prancis sehingga memicu bentrokan massa pendukung tim nasional Prancis dengan polisi di Paris.

Dalam beberapa foto dan video yang beredar di media sosial terlihat petugas polisi yang mengenakan perlengkapan anti huru hara mengejar para fans di Champs Elysees.

Polisi menendang dan memukul pendukung Prancis tersebut dengan tameng. Walau demikian, para pendukung Prancis melawan dan melemparkan kembang api ke petugas.

Petugas polisi anti huru hara dikerahkan untuk membubarkan massa yang masih menduduki jalan Champs Elysees di pusat kota Paris setelah pertandingan final.

“Dalam situasi seperti itu, hanya mereka yang datang untuk merusuh … yang tersisa,” kata seorang sumber polisi kepada Le Parisien, dikutip Senin (19/12/2022).

Ada juga video yang menampilkan massa yang melarikan diri dari aparat penegak hukum. Tetapi salah satu video memperlihatkan seorang pria tergeletak di tanah dan dikelilingi petugas polisi.

Menurut Le Parisien seperti dikutip cnbcindonesia.com, polisi menyerbu sekelompok kecil penggemar yang melempar botol dan kembang api dan berhasil membubarkan mereka dengan cepat.

Satu jam setelah pertandingan berakhir, polisi menangkap sekitar sepuluh orang atas kepemilikan kembang api.

Hingga kini belum ada laporan tentang korban cedera atau kerusakan property.

Menurut media Prancis, polisi mengerahkan lebih dari 2.700 petugas ke Paris menjelang pertandingan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan.

Ibu Kota Paris serta kota-kota lain di negara itu sebelumnya telah menyaksikan pecahnya kekerasan menyusul kemenangan semifinal Piala Dunia Prancis atas Maroko pekan lalu.

Seorang anak laki-laki meninggal di kota Montpellier, Prancis selatan, setelah “ditabrak dengan kejam” oleh sebuah mobil dalam sebuah bentrokan antarsuporter. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan