SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Pengacara Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe, Petrus Bala Pattyona, mengatakan kondisi kesehatan kliennya menurun.
Menurut Bala Pattyona, Lukas Enembe dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) akibat kondisinya drop.
“Kita belum tahu kondisinya seperti apa, tapi teman-teman bisa lihat tadi. Drop. Dia drop,” kata Petrus Bala Pattyona kepada wartawan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2023).
Petrus mengaku mendengar informasi dari petugas KPK perihal Lukas Enembe. Bahkan saat diperiksa sempat buang air besar.
Menurut Petrus, kondisi kliennya yang menurun membuat tertundanya agenda pemeriksaan terkait perkara suap yang ditangani KPK.
“Tadi dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto. Kami sudah tanya petugasnya, beliau dilarikan ke rumah sakit,” jelas dia.
Pantauan detikcom di gedung KPK sekitar pukul 11.11 Wib, petugas KPK tampak mendorong kursi roda yang ditumpangi Lukas Enembe menuju lobi. Lukas Enembe masih mengenakan rompi oranye dengan tangan diborgol.
Lukas langsung digiring ke mobil tahanan. Setelah itu, iring-iringan mobil KPK terlihat mengawal mobil tahanan Lukas menuju RSPAD.
Sebelumnya diberitakan, KPK memeriksa Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe sebagai saksi untuk tersangka penyuapnya, yakni Rijatono Lakka (RL).
“Benar (diperiksa). Info yang kami terima sebagai saksi untuk tersangka RL,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri sebelumnya.
“Dari keterangan dokter, ya, tim medis rumah sakit RSPAD, yang bersangkutan dinyatakan fit to stand trial,” kata Ali Fikri, Jumat (13/1) lalu.
KPK berpegangan pada keterangan tim medis RSPAD. Menurut Ali, tim medis menyebut Lukas Enembe bisa mengikuti rangkaian pemeriksaan. (spiritntt.com)




