Bertemu Gubernur Viktor, Menteri Nadiem Minta Edukasi Bahasa Inggris untuk Semua Bidang Pendidikan

Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Gubernur Viktor di Gedung Ki Hajar Dewantara Lantai 2 Kompleks Kemendikbudristek Senayan Jakarta, Kamis (16/3/2023). FOTO:Humas Setda NTT
Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Gubernur Viktor di Gedung Ki Hajar Dewantara Lantai 2 Kompleks Kemendikbudristek Senayan Jakarta, Kamis (16/3/2023). FOTO:Humas Setda NTT

SPIRITNTT.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dan Gubernjur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) sepakat untuk desain pendidikan untuk mencetak lulusan yang memiliki keahlian dan  mandiri dalam dunia kerja.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Menteri Nadiem dan Gubernur Viktor di Gedung Ki Hajar Dewantara Lantai 2 Kompleks Kemendikbudristek Senayan Jakarta, Kamis (16/3/2023).

Menteri Nadiem mengungkapkan, untuk menyelaraskan pendidikan dengan dunia kerja terkhususnya pada tingkat SMK (Sekolah menengah Kejuruan) sangatlah penting untuk menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan industri.

Menurut Nadiem, saat ini ada program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) yang mengembangkan kompetensi dan keahlian dengan peningkatan kualitas kinerja. Melalui program ini kita diperkuat melalui kemitraan dengan bidang usaha,dan industri.

“Jadi tentunya ini sangat membantu kita untuk mencapai output baik untuk peningkatan kualitas lulusan untuk mendiri dengan keahlian dan untuk penyerapan tenaga kerja,” ujar Menteri Nadiem.

“Saya sepakat dengan Bapak Gubernur NTT terkait dengan mendesain pendidikan kita untuk nantinya lulusan dapat memiliki kualitas sebagai SDM yang mampu siap kerja dan mandiri dalam dunia usaha atau menjadi entrepreneur,” sambung  Nadiem dalam rilis yang diterima Spiritntt.com dari Biro Humas Setda NTT, Sabu (18/3/2023).

Nadiem  yakin di NTT ada banyak SMK yang mampu menyiapkan itu dan menjalankan dengan baik Program SMK PK ini.

Jadi tambahnya, kehadiran pemerintah bersama pihak dunia usaha atau industri harus bisa dampingi dan juga siap kolaborasi bersama dengan sekolah.

“Melalui Program SMK PK ini juga membantu sekolah bersangkutan menjadi SMK rujukan sebagai penggerak dan pusat peningkatan kualitas SMK lainnya,” jelas Nadiem.

Ia juga mengungkapkan saat ini semua bidang pendidikan perlu mengedukasi bahasa Inggris secara menyeluruh dan maksimal.

Saat ini tambahnya, perkembangan zaman sangatlah cepat dan menuntut kita untuk mampu menjalin relasi secara global. Jadi pengetahuan bahasa Inggris sangatlah penting untuk siapa saja.

Apalagi jelasnya, Provinsi NTT dengan perkembangan pariwisata yang sangat baik saat ini sehingga untuk mendukung pengembangan pariwisata maka pastinya anak-anak kita harus mampu berbahasa Inggris dengan baik.

“Sederhana saja, kalau anak-anak memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan baik maka pasti sangatlah mudah untuk memperkenalkan destinasi wisata kepada siapa saja, serta juga memperkenalkan, dunia usaha yang dikerjakan melalui pemasaran UMKM yang dihasilkan. Itu tentunya membantu dia memiliki pekerjaan dan mandiri dalam dunia usaha atau industri,” jelas Nadiem.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Lasikodat mengungkapkan desain pendidikan di NTT harus menuju kemandirian para lulusan untuk nantinya dapat memiliki pekerjaan ataupun membuka usaha baru dan menyerap tenaga kerja.

“Saya ingin lulusan kita punya kemampuan dan skill untuk mengelola potensi daerah yang sangat melimpah di NTT. Jadi desain pendidikan di NTT harus fokus pada pengembangan local resourced based atau sumber daya alam lokal,” jelas Gubernur Viktor.

Jadi setelah lulus tambahnya, sudah punya keahlian, untuk bisa bekerja. Kebanyakan saat ini masyarakat kita masih hanya ingin lulus sekolah dan ingin menjadi PNS atau honorer.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri melalui  Program Kurikulum Merdeka Belajar maka memberikan ruang kepada kita untuk dapat mengembangkan pendidikan kita melalui pelatihan dan pendampingan tambahan bagi sekolah atau bagi guru-guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita,” ungkapnya.

Menurut Viktor, dengan meningkatkan kualitas dari mengajarkan serta melatih anak-anak untuk tertarik pada potensi daerah dari berbagai sektor maka tentunya akan mendatangkan kesejahteraan bagi setiap lulusan dan ini sangatlah berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini juga sebagai amanat mencerdasakan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan,” jelas Gubernur Viktor.  (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan