Menteri Nadiem Sebut 293 Ribu Guru Honorer Telah Diangkat Jadi ASN

Nadiem Makarim. FOTO:IST
Nadiem Makarim. FOTO:IST

SPIRITNTT.COM, JAKARTA  – Tekad pemerintah untuk tidak ada lagi merekrut pegawai honorer di kementerian/lembaga (K/L) terus dilakukan.

Pemerintah terus mendorong untuk pengalihan status kepegawain tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK.

Pengangkatan menjadi PPPK itu dilakukan hingga kabupaten/kota. Juga untuk tenaga kesehatan dan guru-guru dan tenaga kependidikan (GTK).

Menurut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan sebanyak lebih dari 293 ribu guru honorer telah diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui program ASN PPPK.

“Lebih dari 293 ribu guru honorer sudah diangkat menjadi ASN melalui program ASN PPPK yang kami selenggarakan bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah,” kata Nadiem seperti dikutip tempo.co, Kamis (24/2/2023).

Nadiem mengatakan Kementeriannya senantiasa berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru sehingga menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Meski telah membawa hasil yang positif, Nadiem berpesan kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Nunuk Suryani yang belum lama dilantik untuk terus menjalankan program peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan.

Ia menegaskan, Kementerian Pendidikan harus memastikan guru yang diangkat menjadi pegawai pemerintahan terjamin kompetensi dan kualitasnya.

“Ini termasuk mengawal pengadaan guru PPPK,” ujarnya.

Nadiem juga meminta kepada Dirjen GTK untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka memenuhi kebutuhan GTK yang berkualitas di seluruh Indonesia.

GTK yang berkualitas harus terwujud karena Kemendikbudristek memiliki prioritas lain yakni mewujudkan sistem manajemen talenta yang lebih terorganisir dan terstruktur.

Nadiem meyakini sistem yang lebih terorganisasi dan terstruktur akan mendukung peningkatan signifikan pada capaian prestasi pelajar Indonesia di ajang talenta tingkat nasional dan internasional.

Berdasarkan data tahun lalu, terdapat lebih dari 4 ribu prestasi yang berhasil ditorehkan Indonesia pada berbagai ajang kompetisi.

Satu di antara Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau Nono yang telah menjuarai Abacus Brain Gym 2022 dengan menggalahkan 7.000 peserta lainnya dari seluruh dunia.

Saat ini Nono sedang dipersiapkan untuk mengikuti ajang olimpiade sains dan matematika tingkat SD hingga SMP tingkat Asia.

Siswa kelas II SD Inpres Buraen 2 Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang ini terpilih bersama 7 siswa lainnya dari seluruh Indonesia.

Menurut Nadiem, pencapaian itu pun mendorong Kemendikbudristek untuk membuka ruang lebih besar bagi anak-anak Indonesia agar dapat menyalurkan bakat dan minatnya guna memastikan mereka mendapatkan apresiasi yang layak.

Oleh sebab itu, Nadiem turut menugaskan Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Tatang Muttaqin untuk memberikan rekomendasi terkait manajemen talenta.

“Sekaligus memanfaatkan jejaring talenta yang telah terbentuk saat ini untuk dapat semakin memperkuat prestasi anak bangsa,” kata Nadiem. (spiritntt.com)

Tinggalkan Balasan