Menteri ESDM dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat Kemudikan Motor Listrik di Labuan Bajo

Menteri ESDM dan Gubernur NTT mengendarai motor listrik di Labuan Bajo Manggarai Barat NTT (Linetoday)
Menteri ESDM dan Gubernur NTT mengendarai motor listrik di Labuan Bajo Manggarai Barat NTT (Linetoday)

SPIRITNTT.COM, LABUAN BAJO– Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Arifin Tasrif  mengendarai motor listik dalam parade keliling Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat usai melaunching motor listrik PLN, Jumat (24/6) di Labuan Bajo.

Setelah penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara PT PLN, Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Gubernur Viktor Laiskodat langsung menuju Hotel Meruorah Komodo untuk bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif serta Direktur Utama PT PLN (persero) Darmawan Prasodjo melakukan launching Sepeda Motor Listrik PLN serta menggelar parade motor listrik.

Parade ini merupakan wujud komitmen PLN mendukung tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Menteri ESDM, Arifin Tasrif bersama 48 motor lainnya  langsung mengikuti parade.

Sebagian kendaraan  yang digunakan pada parade tersebut merupakan motor hasil konversi dari motor BBM ke motor listrik hasil modifikasi bengkel lokal. Sehingga motor listrik ini dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

Puluhan rangkaian kendaraan non bahan bakar minyak (BBM) tersebut menempuh jarak sekitar 3,2 kilometer. Perjalanan berawal dari Hotel Merourah menuju Kampung Ujung dan berakhir di Hotel Merourah.

Berkeliling Labuan Bajo, memberikan pengalaman bagi para stakeholders merasakan motor listrik yang merupakan hasil inovasi anak bangsa, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan motor listrik. Terutama, saat ini Labuan Bajo adalah Destinasi Pariwisata Super Premium yang ke depan dianjurkan pemerintah untuk menggunakan kendaraan modern yang ramah lingkungan.

Acara ini merupakan rangkaian Sidang Energy Transition Working Group kedua (ETWG-2) yang merupakan rangkaian Presidensi G20 Indonesia.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif menjelaskan, inovasi motor listrik tersebut tentu akan sangat bermanfaat ke depannya. Akan menjadi alternatif, di mana sumber energi fosil berkurang dan bisa beralih ke energi listrik.

“Ini adalah inovasi untuk masa depan kita semua. Ke depan bukan hanya motor listrik saja, tapi kita juga akan kembangkan kendaraan listrik yang lain, seperti perahu atau kapal Nelayan dengan energi listrik,” tuturnya.

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Arifin Tasrif  sesaat sebelum mengendarai motor listik di Labuan Bajo
Manggarai Barat Jumat (24/6) di Labuan Bajo (HUMAS PEMPROV NTT)

Gubernur NTT Viktor Laiskodat juga berharap, PLN untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, dalam meningkatkan dan memaksimalkan seluruh potensi dan inovasi yang ada untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

 “Terima kasih untuk PLN yang telah memberikan kepedulian besar kepada Labuan Bajo karena ini kota konservasi. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20 dalam menginisiasi peralihan dari energi fosil berbasis impor menjadi energi baru terbarukan berbasis domestik yang lebih murah dan ramah lingkungan. Oleh karena itu hari ini kita bersama Pak Menteri ESDM melakukan uji coba motor listrik di Labuan Bajo. Ini merupakan kampanye kepedulian kita terhadap lingkungan yang akan terus kita lakukan,” jelas Gubernur Viktor Laiskodat.

PLN Gaet Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Rektor Universitas Nusa Cendana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc menandatangani MoU dengan pihak PT PLN dalam mengembangkan hutan energi dan peternakan terpadu di Ayana Komodo Resort, Labuan Bajo, Jumat 24 Juni 2022 (Humas Pemprov NTT)

Sebelumnya Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menandatangani MOU kerja sama dengan PLN dalam mengembangkan hutan energi dan peternakan terpadu yang dapat menghasilkan biomassa untuk bahan baku co-firing PLTU.

PT PLN (Persero) menggandeng Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk pengembangan dua sumber biomassa yang akan digunakan dalam mendukung program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kedua sumber biomassa tersebut berasal dari pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu.

Kesepakatan kerja sama yang dilaksanakan di Ayana Komodo Resort, Labuan Bajo pada Jumat (24/6) tersebut tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara PLN Unit Induk Wilayah NTT dengan Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana. Kesepakatan ini diteken dalam sela-sela acara perhelatan forum Energy Transition Working Grup (ETWG) 2.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan selain memastikan pasokan biomassa untuk co-firing aman, kerja sama ini juga untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Nantinya Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana akan memasok kebutuhan biomassa untuk PLTU Bolok.

“Ini energi yang berbasis pada energi kerakyatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah menyediakan tambahan lahan 3.600 hektare tambahan di kawasan Pulau Timor. Lokasi ini satu ekosistem dengan PLTU Bolok,” ujar Darmawan.

Ia mengatakan nantinya PLN bersama Universitas Nusa Cendana akan menanam tanaman Kaliandra, Kedondong Hutan dan Lamtoro. “Artinya, bagaimana kita melakukan sinergi menambah energi baru terbarukan tetapi di saat yang sama menciptakan lapangan kerja, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan melakukan eradikasi kemiskinan,” tambah Darmawan.

Darmawan menjelaskan saat ini penggunaan co-firing sudah dilakukan PLN di 58 PLTU yang ada di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan PLN untuk bisa mengurangi ketergantungan bahan baku batu bara dan juga untuk meningkatkan penggunaan energi bersih di PLTU.

“Sinergi ini merupakan upaya bersama untuk menekan emisi karbon guna mendukung tercapainya target carbon neutral pada 2060,” ujar Darmawan.

Lebih lanjut Ia menuturkan bahwa pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu sebagai bahan baku biomassa co-firing ini tidak hanya semata-mata untuk kebutuhan PLTU saja. Melalui pengembangan ini, PLN mengajak semua masyarakat terutama di sekitar hutan energi untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan.

Penggunaan biomassa pada PLTU ini bahkan juga memberikan multiplier effect yaitu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budaya tanam pohon sebagai bahan baku biomassa.

“Keterlibatan universitas sebagai agent of change juga merupakan wujud dari tri darma perguruan tinggi di mana, para insan akademis turut langsung dalam pengembangan dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan hutan energi dan peternakan terpadu tersebut,” pungkas Darmawan.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas kesempatan berkolaborasi bersama PLN dan Pemda dalam pengembangan green energy dan pengurangan emisi karbon melalui program co-firing dan hutan bioenergi. Menurut dia, program ini sejalan dengan visi Undana sebagai perguruan tinggi berorientasi global.

“Kerja sama ini sejalan dengan  concern Undana terhadap isu-isu global, khususnya terkait keterbatasan sumber daya energi fosil, dan kesehatan serta keselamatan lingkungan,” tuturnya.

Dia menambahkan, implementasi program-program kerja sama ini tidak saja membawa keuntungan dalam hal terbukanya kesempatan untuk riset dan ketersediaan wahana pembelajaran bagi para akademisi dan mahasiswa Undana, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab bagi seluruh civitas akademika Undana untuk menjadi agent of change ataupun champion dalam program/aktivitas penyelamatan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang lebih produktif namun ramah lingkungan dan sustainable.

“Manfaatnya tidak saja bagi generasi sekarang tetapi juga bagi generasi-generasi yang akan datang,” terangnya. (tim spiritntt)

Tinggalkan Balasan